Jalan Nunuboko–Boti Mulai Dibangun, Dinas PUPR TTS Pastikan Proyek Diawali MC-0 Demi Jaminan Kualitas
SoE, KLtvnews.com – Harapan masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menikmati akses jalan yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai tahapan pelaksanaan proyek peningkatan ruas Jalan Nunuboko–Boti pada Tahun Anggaran 2026.
Ruas jalan strategis tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi Lapis Penetrasi Macadam (Lapen/Lapem), sebuah metode perkerasan jalan yang banyak diterapkan pada jalan kabupaten karena mampu meningkatkan daya tahan permukaan jalan sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Timor Tengah Selatan, Marthelens C.H. Liu, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Yunior Baker, saat dikonfirmasi KLtvnews, Rabu (8/7/2026), menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi proyek telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses tender selesai dan kontrak kerja ditandatangani.
“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahapan Mutual Check Nol atau MC-0,” jelas Yunior.
Menurutnya, MC-0 bukan sekadar formalitas administratif, melainkan salah satu tahapan paling penting sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tahapan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh volume pekerjaan yang tertuang dalam gambar perencanaan dan dokumen kontrak benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Melalui proses tersebut, pemerintah bersama penyedia jasa dapat mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat perbedaan ukuran, kondisi medan, maupun kebutuhan teknis lainnya sehingga potensi kekurangan ataupun kelebihan biaya dapat dicegah sejak awal.
Dalam pelaksanaan MC-0, sejumlah kegiatan teknis dilakukan secara bersama-sama, antara lain:
- Pengukuran (Setting Out) untuk memverifikasi dimensi dan kondisi aktual lokasi pekerjaan.
- Penggambaran serta Perhitungan Ulang, dengan membandingkan gambar kerja terhadap hasil pengukuran lapangan guna mengetahui kemungkinan adanya selisih volume pekerjaan.
- Perhitungan Biaya, yakni penyesuaian nilai pekerjaan berdasarkan volume riil yang ditemukan di lapangan.
Yunior menegaskan, seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif antara kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta pihak Dinas PUPR.
“Hasil pemeriksaan dituangkan dalam dokumen resmi berupa Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (BAPLB), laporan perhitungan backup data volume pekerjaan, serta penyusunan jadwal pelaksanaan atau schedule pekerjaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yunior menjelaskan bahwa paket pekerjaan peningkatan ruas Jalan Nunuboko–Boti memiliki panjang total 500 meter. Dari total panjang tersebut, 350 meter akan dikerjakan menggunakan konstruksi Lapis Penetrasi Macadam (Lapen), sedangkan 150 meter lainnya menggunakan konstruksi rabat beton. Menurutnya, kombinasi dua jenis konstruksi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi lapangan agar jalan memiliki daya tahan yang lebih baik serta mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat pengguna jalan.
Ia menambahkan, proyek peningkatan ruas Jalan Nunuboko–Boti dibiayai melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai kontrak sebesar Rp832.055.000.
Pekerjaan tersebut direncanakan berlangsung selama 180 hari kalender dan dilaksanakan oleh CV Sumalaki Mandiri sebagai kontraktor pelaksana.
Tahapan Mutual Check Nol (MC-0) merupakan salah satu instrumen penting dalam manajemen proyek konstruksi. Melalui proses ini, pemerintah memastikan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan sehingga kualitas pembangunan tetap terjaga, penggunaan anggaran menjadi lebih akuntabel, dan potensi sengketa maupun pekerjaan tambah-kurang dapat diminimalkan.
Dengan dimulainya tahapan awal proyek ini, masyarakat diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan konektivitas, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Nunuboko hingga Boti.
Reporter & Editor: Polce Lerek
