64 Unit Sanitasi Siap Dibangun di Benlutu, Langkah Nyata TTS Wujudkan Lingkungan Sehat
SoE, KLtvnews.com – Di balik sebuah rumah yang sehat, terdapat sanitasi yang layak. Bagi banyak keluarga, keberadaan jamban sehat dan tangki septik bukan sekadar fasilitas, melainkan benteng pertama dalam mencegah penyebaran penyakit serta menjaga kualitas lingkungan.
Komitmen itulah yang kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah kembali melaksanakan pembangunan 64 unit fasilitas sanitasi di Desa Benlutu, Kecamatan Mollo Selatan, melalui Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik dalam Daerah Kabupaten/Kota.
Program ini berfokus pada penyediaan Tangki Septik Individual melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PRKP Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rudolf E.L. Malo, ST., MT, saat ditemui KLtvnews di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026), menjelaskan bahwa pada tahun ini pembangunan sanitasi hanya difokuskan di satu desa karena keterbatasan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Tahun ini hanya satu desa yang menjadi lokasi pembangunan, yaitu Desa Benlutu. Hal ini disebabkan keterbatasan alokasi Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat,” jelas Rudolf.
Meski cakupan pembangunan terbatas, pemerintah memastikan kualitas pelaksanaan tetap menjadi prioritas. Berbeda dengan proyek konstruksi pada umumnya, pembangunan fasilitas sanitasi ini menggunakan mekanisme swakelola masyarakat, sehingga warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan.
Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), masyarakat akan terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pekerjaan. Model ini diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki, memperkuat transparansi, sekaligus memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Saat ini, Pemerintah Desa Benlutu bersama masyarakat sedang menyelesaikan berbagai persiapan lapangan, termasuk pembentukan KSM dan proses administrasi pencairan dana tahap pertama.
“Seluruh persiapan lapangan sedang berjalan, termasuk pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat dan pengajuan pencairan dana tahap pertama. Setelah dana ditransfer ke rekening KSM, pekerjaan fisik dapat segera dimulai,” terang Rudolf.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.080.000.000.
Dana tahap pertama telah masuk ke kas daerah dan kini sedang diproses untuk ditransfer ke rekening Kelompok Swadaya Masyarakat sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.
Secara teknis, desain sanitasi yang dibangun masih menggunakan standar nasional yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Setiap unit terdiri atas dua komponen utama, yaitu bangunan atas dan bangunan bawah.
Bangunan atas meliputi ruang jamban permanen yang dilengkapi atap, lisplang, dinding permanen, daun pintu, serta kloset jongkok. Sementara bangunan bawah terdiri atas tangki septik, sumur resapan, dan grease trap (penangkap lemak) yang berfungsi mengolah limbah domestik sebelum meresap ke dalam tanah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Keberadaan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, tifus, kolera, hingga infeksi saluran pencernaan. Sanitasi yang baik juga menjadi salah satu indikator utama peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung program nasional Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
Melalui pembangunan 64 unit sanitasi di Desa Benlutu, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan berharap semakin banyak keluarga yang dapat menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan bermartabat. Sebab membangun sanitasi bukan sekadar membangun jamban, tetapi membangun masa depan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
Reporter & Editor : Polce Lerek
