DaerahNasionalPembangunanPendidikan

“Bongkar total! 100 pejabat baru isi pos strategis, wajah birokrasi TTS berubah drastis”

SoE, KLtvnews.com – Aula Mutis Kantor Bupati Timor Tengah Selatan, Kamis (16/4/2026), tidak sekadar menjadi ruang seremonial. Di tempat itu, denyut baru birokrasi mulai berdetak. Dalam suasana khidmat yang sarat harapan, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, resmi melantik 100 pejabat Eselon III dan IV—sebuah langkah besar yang menandai dimulainya babak baru reformasi tata kelola pemerintahan di daerah ini.

Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan administratif. Ia adalah strategi terukur untuk merombak wajah birokrasi menjadi lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten TTS tengah mengirim sinyal kuat: perubahan tidak bisa ditunda.

Para pejabat yang dilantik mengisi posisi strategis di berbagai lini—mulai dari kecamatan hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka adalah penggerak utama yang akan menerjemahkan kebijakan menjadi aksi nyata di lapangan, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

Dalam pidatonya, Bupati Eduard menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan target pembangunan dalam RPJMD Kabupaten TTS 2025–2029. Penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan melalui mekanisme transparan dan akuntabel berbasis sistem I-MUT yang difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Negara.

“Jabatan administrator dan pengawas adalah motor penggerak birokrasi. Di tangan saudara-saudara, kebijakan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus hidup dalam tindakan nyata,” tegasnya, penuh penekanan.

Lebih dari sekadar struktur, Bupati Eduard menyoroti pentingnya komunikasi sebagai fondasi birokrasi modern. Ia menolak paradigma lama yang kaku dan tertutup. Baginya, birokrasi yang kuat bukanlah yang bebas masalah, melainkan yang mampu menyelesaikan persoalan secara kolektif melalui dialog terbuka dan solutif.

Pesan itu diperkuat dengan ajakan untuk tidak alergi terhadap kritik. Perbedaan pandangan, menurutnya, justru menjadi bahan bakar lahirnya inovasi.

Ia juga mendorong kepemimpinan inklusif di semua lini. Para pejabat diminta tidak hanya memerintah, tetapi juga membina—menggali potensi bawahan, membangun tim kerja yang solid, dan menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai.

“Jangan berhenti pada keterbatasan bawahan. Tugas saudara adalah mengembangkan mereka agar tumbuh bersama organisasi,” pesannya.

Di penghujung sambutan, Bupati mengingatkan pentingnya adaptasi cepat. Serah terima jabatan harus segera dilakukan, diikuti dengan proses belajar tanpa henti. Tidak ada ruang bagi ego atau gengsi dalam birokrasi yang ingin maju.

Optimisme pun ditegaskan: dengan integritas dan komitmen yang kuat, birokrasi TTS diyakini akan bergerak menuju tata kelola yang bersih, efektif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Highlight Pejabat Kunci & Posisi Strategis

Pelantikan ini turut memperlihatkan arah kebijakan pembangunan daerah melalui penempatan figur-figur kunci di sektor strategis:

Poros Perencanaan & Ekonomi Daerah (Bappeda – Setda)

Sebagai “otak” pembangunan, sektor ini diperkuat untuk memastikan kebijakan berbasis data dan pertumbuhan ekonomi yang terarah.

  • Jan Paulus Mella → Kepala Bagian Perekonomian & SDA
  • Kornelis M.K. Timo → Sekretaris Bappeda
  • Marlen I.A. Nomleni → Kabid Ekonomi & SDA
  • Amrosius B. Banamtuan → Kasubbag Program Bappeda

Penggerak Wilayah: Para Camat


Ujung tombak pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

  • To Yusmin T. Oematan → Camat Polen
  • Agustinus A. Kalumbang → Camat Kokbaun
  • Soni Benu → Camat Kie
  • Elam Eliaser Metkono → Camat Nunkolo
  • Sefdinus Banunaek → Camat Boking
  •  

Sektor Ketertiban & Stabilitas (Satpol PP – Kesbangpol)

Penjaga harmoni sosial dan stabilitas daerah.

  • Ayub Ansgar Hermanus → Kabid Ketertiban Umum Satpol PP
  • Zakeos Sura → Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial & Konflik
  • Paulina F. Banamtuan → Kabid Ideologi & Wawasan Kebangsaan

Sektor Pelayanan Dasar


Langsung menyentuh kualitas hidup masyarakat.

  • Darius Stenly Tunu → Kabid PAUD & Pendidikan Non Formal
  • Syerly E. Kamlasi → Kabid SMP
  • Melianus Naitboho → Kabid SD
  • Niczon Henry Ataupah → Kabid Kesehatan Masyarakat
  • Hubertus O. Tunu → Kabid Rehabilitasi Sosial

Infrastruktur, Lingkungan & Tata Ruang

Penopang pembangunan fisik berkelanjutan.

  • Gresyana S.O. Malada → Kabid Perumahan & Permukiman
  • Petronela V. Fallo → Kabid Lingkungan Hidup
  • Jansen S.P. Neolaka → Kabid Sarana & Prasarana Transportasi

Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah


Menjadi kunci transparansi dan akuntabilitas anggaran.

  • Marta Dina Malo → Kabid Perbendaharaan
  • Depson Yeri Mella → Kabid Aset Daerah

Reformasi Birokrasi & SDM ASN (BKD)


Fondasi penguatan aparatur pemerintah.

  • Monika Hotmauli Br. Toh → Kabid Pengembangan Aparatur
  • Charles Daesarana Robo → Kabid Pengadaan & Informasi
  • Tommy J. Sakan → Kabid Mutasi & Promosi

Lini Kelurahan & Pelayanan Langsung


Garda terdepan pelayanan administratif masyarakat.

  • Petrus A.C. Nesimnasi → Lurah Nonohonis
  • Ridho P.I. Pandie → Lurah Taubneno
  • Aris Edison Manu → Lurah Oebesa
  • Johanis P.L. La’a → Lurah Kampung Baru

Pelantikan ini bukan hanya tentang siapa menempati posisi apa, tetapi tentang bagaimana seluruh struktur bergerak sebagai satu kesatuan. Dengan komposisi baru di titik-titik strategis, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan menegaskan arah: birokrasi harus cepat, responsif, dan benar-benar hadir untuk rakyat.

Reporter & Editor: Polce Lerek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *