Pawai Paskah Klasis SoE Timur Menggema: Barisan Iman, Harapan, dan Persatuan Mengalir dari Desa Nusa
SoE, KLtvnews.com – Suasana khidmat bercampur sukacita menyelimuti Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Jumat (10/4/2026). Ribuan umat memadati ruas jalan dalam Pawai Paskah Klasis SoE Timur—sebuah perayaan iman yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dan dilepas oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Johny Army Konay, di Gereja Hakaldama Nusa. Dalam balutan nuansa religius yang kental, pawai ini menjadi simbol hidup dari kebangkitan iman umat Kristiani yang memperingati peristiwa agung Yesus Kristus—kebangkitan pada hari ketiga setelah penyaliban.
Dalam sambutannya, Wabup Konay menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi mendalam tentang kemenangan atas dosa dan kematian. “Paskah menghadirkan harapan baru bagi umat manusia. Ini adalah panggilan untuk mewujudkan perdamaian, keadilan, serta memperkuat solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, ia menguraikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Paskah—harapan bagi yang terpuruk, kasih yang rela berkorban, serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Menurutnya, makna tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dirayakan secara seremonial.
Pawai Paskah, lanjutnya, telah berkembang menjadi tradisi religius yang tidak hanya memperkuat spiritualitas umat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata rohani yang konsisten digelar setiap tahun. Namun di balik kemeriahan itu, ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh peserta.
“Saya percaya, pawai ini bukan sekadar barisan orang berjalan. Ini adalah barisan kasih—yang menyuarakan damai, pengharapan, dan persatuan bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Pemerintah daerah, kata Konay, menyadari bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual. Masyarakat yang kuat secara rohani diyakini akan lebih tangguh menghadapi dinamika zaman.
“Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan-kegiatan rohani seperti ini. Selain membangun karakter, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kekeluargaan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wabup Konay berharap agar semangat kasih Kristus terus bertumbuh dalam hati seluruh jemaat dan menjadi kekuatan transformatif bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.
Pawai berlangsung meriah, aman, dan tertib. Rute dimulai dari Gereja Hakaldama Nusa, melintasi Pos 1 Gereja Bule, dan berakhir di kawasan Neonmat, tepatnya di Kantor Camat Amanuban Barat. Sepanjang perjalanan, lantunan pujian, atribut bernuansa Paskah, serta ekspresi sukacita umat menjadi pemandangan yang menggetarkan hati.
Pawai Paskah Klasis SoE Timur tahun ini bukan hanya perayaan, melainkan pernyataan iman yang hidup—bahwa di tengah berbagai tantangan, harapan selalu menemukan jalannya.
Reporter & Editor: Polce Lerek
