DaerahNasionalPembangunan

Rehabilitasi Pipa Bonleu 54 Km Didorong ke Pusat, Perumda SoE Siapkan “Peta Jalan” Teknis

SoE, KLtvnews.com – Upaya menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Kota SoE dan sekitarnya terus diperkuat. Manajemen Perumda Air Minum SoE kembali mendorong rencana besar rehabilitasi jaringan pipa Bonleu sepanjang 54 kilometer—jalur vital yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi air di wilayah tersebut.

Direktur Perumda Air Minum SoE, Steven Tafui, kepada KLtvnews.com, Kamis (26/3/2026), menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengusulkan kembali proyek rehabilitasi tersebut ke pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) NTT.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Jaringan pipa Bonleu yang pertama kali dibangun sejak tahun 1984 kini telah mengalami penurunan kualitas signifikan akibat faktor usia. Sejumlah titik mengalami kerusakan, kebocoran, hingga penurunan kapasitas distribusi, yang berdampak langsung pada pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Fokus pada Dokumen Teknis sebagai Kunci

Steven menegaskan, kegagalan usulan sebelumnya menjadi pelajaran penting. Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya dokumen Detail Engineering Design (DED)—syarat mutlak dalam pengajuan proyek infrastruktur ke pemerintah pusat.

Untuk itu, Perumda kini telah membangun koordinasi intensif dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) sebagai instansi teknis guna menyiapkan dokumen tersebut.

“Komunikasi sudah kami bangun, dan kami juga mendapat dukungan dari Komisi II DPRD TTS. Karena APBD induk sudah berjalan, maka penyusunan DED akan kami dorong masuk dalam perubahan APBD 2026,” jelas Steven.

Ia menargetkan, jika anggaran DED dapat diakomodir, maka dokumen tersebut bisa rampung tepat waktu sehingga pada tahun 2027, proposal rehabilitasi jaringan pipa Bonleu sudah siap diajukan kembali ke pemerintah pusat.

Peran Strategis Pemerintah Daerah

Dalam memperkuat peluang realisasi proyek ini, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan juga mengambil peran aktif. Bahkan, Bupati TTS direncanakan akan membawa langsung proposal tersebut ke Jakarta sebagai bentuk keseriusan daerah dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.

“Harapan kami, proposal ini mendapat respon positif dari pemerintah pusat, sehingga pembenahan jaringan pipa Bonleu bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Status Aset Jadi Tantangan

Di sisi lain, terdapat tantangan struktural yang tidak kalah penting. Jaringan pipa Bonleu hingga saat ini masih berstatus sebagai aset pemerintah pusat. Perumda Air Minum SoE hanya diberikan kewenangan untuk mengelola, bukan mengganti atau melakukan rehabilitasi besar.

Akibatnya, setiap terjadi kerusakan, pihak Perumda hanya mampu melakukan perbaikan sementara tanpa bisa mengganti sistem jaringan secara menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan masalah terus berulang dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan air bersih.

DED: “Peta Jalan” yang Menentukan

Dalam konteks pembangunan infrastruktur, dokumen Detail Engineering Design (DED) memegang peran sangat krusial. DED merupakan dokumen perencanaan teknis rinci yang menjadi acuan utama dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

Dokumen ini mencakup:

  • Gambar kerja rinci (bestek): Desain teknis lengkap dari aspek arsitektur, struktur, hingga utilitas.
  • Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS): Standar mutu material dan metode pelaksanaan.
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB): Perhitungan biaya berdasarkan volume pekerjaan.
  • Laporan teknis: Analisis struktur, utilitas, dan aspek pendukung lainnya.

DED sering disebut sebagai “peta jalan” teknis karena menjembatani konsep perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan. Tanpa DED, proyek berisiko mengalami kesalahan desain, pembengkakan anggaran, keterlambatan pekerjaan, hingga kegagalan konstruksi yang pada akhirnya berujung pada proyek mubasir dan tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Harapan bagi Pelayanan Air Bersih

Dengan panjang jaringan mencapai 54 kilometer dan perannya sebagai sumber utama distribusi air, rehabilitasi pipa Bonleu menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Keberhasilan proyek ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, mengurangi tingkat kebocoran, serta menjamin akses air yang lebih merata bagi masyarakat.

Langkah sistematis yang kini ditempuh—mulai dari penyusunan DED, dukungan legislatif, hingga lobi ke pemerintah pusat—menjadi sinyal kuat bahwa persoalan air bersih di SoE sedang ditangani secara serius dan terencana.

Reporter & Editor: Polce Lerek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *