“Dari Isolasi Menuju Konektivitas: Jembatan Gantung Linamnutu sebagai Instrumen Keadilan Infrastruktur”
SoE, KLtvnews.com – Peresmian jembatan gantung di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kamis 26 Februari 2026, menjadi momentum strategis dalam agenda pemerataan pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe didampingi Wakil Bupati Johny Army Konay serta Anggota DPRD NTT Daerah Pemilihan TTS Intje Sayuna, secara resmi membuka pemanfaatan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut.
Sinergi dan Dukungan Anggaran
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini terwujud berkat kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Proyek ini bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp1.027.819.000 dengan panjang bentangan 40 meter.
pembangunan ini menunjukkan tiga hal penting:
- Komitmen fiskal pemerintah provinsi dalam mendukung kabupaten.
- Perencanaan terukur, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.
- Sinergi kelembagaan, yang mempercepat realisasi infrastruktur dasar.
Apresiasi yang disampaikan Bupati kepada pemerintah provinsi dan DPRD NTT menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan harus berbasis kolaborasi lintas pemerintahan.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
jembatan gantung ini bukan hanya struktur fisik. Ia memiliki dampak multidimensi:
Aspek Ekonomi
Mempermudah distribusi hasil pertanian dan mempercepat akses pasar, sehingga menekan biaya transportasi dan meningkatkan pendapatan warga.
Aspek Pendidikan
Memudahkan akses pelajar menuju sekolah, terutama saat musim hujan ketika jalur sungai sulit dilalui.
Aspek Kesehatan
Meningkatkan akses masyarakat menuju fasilitas pelayanan kesehatan secara lebih cepat dan aman.
Aspek Sosial
Mempererat interaksi sosial antarwilayah dan memperkuat kohesi masyarakat desa.
Dengan demikian, jembatan ini menjadi simbol konektivitas dan akselerasi pembangunan di wilayah pedesaan.
Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok
Pemerintah Kabupaten TTS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan hingga ke desa-desa terpencil. Prinsip yang dibangun adalah pemerataan dan keadilan pembangunan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pembangunan inklusif, di mana infrastruktur bukan hanya proyek fisik, tetapi instrumen peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pentingnya Perawatan Fasilitas Umum
Bupati juga mengajak masyarakat Desa Linamnutu untuk menjaga dan merawat jembatan tersebut. Pesan ini memiliki nilai edukatif yang kuat:
- Fasilitas umum adalah milik bersama.
- Perawatan rutin memperpanjang usia pakai.
- Partisipasi masyarakat menentukan keberlanjutan manfaat.
Tanpa kesadaran kolektif, investasi miliaran rupiah dapat kehilangan nilai manfaatnya dalam waktu singkat. Sebaliknya, dengan tanggung jawab bersama, jembatan ini dapat melayani generasi mendatang.
Peresmian jembatan gantung di Desa Linamnutu bukan sekadar seremoni, melainkan representasi dari sinergi antarlevel pemerintahan dan komitmen menghadirkan pembangunan yang merata. Dengan dukungan anggaran provinsi, perencanaan matang, serta partisipasi masyarakat, infrastruktur ini diharapkan menjadi penghubung kesejahteraan, penguat persaudaraan, dan pendorong kemajuan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Reporter & Editor: Polce Lerek
