“Anak Hebat, Indonesia Kuat”
- TTS Rayakan Hari Anak Nasional 2025 dengan Semangat Menuju Kabupaten Layak Anak
SoE,KLtvnews.com – Jumat 25 Juli 2025 — Hari itu, langit Kota SoE cerah menyambut senyuman ratusan anak dari seluruh penjuru Kabupaten Timor Tengah Selatan. Aula Mutis Kantor Bupati TTS berubah menjadi lautan keceriaan. Di sana, suara tawa dan semangat anak-anak menggema, memeriahkan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten TTS—sebuah momentum bersejarah yang menjadi tonggak baru dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan bagi anak di daerah ini.
Dengan mengenakan pakaian adat khas etnis Timor, anak-anak tampak penuh percaya diri dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tak sekadar hadir sebagai tamu, tetapi menjadi bagian aktif dari acara: menari, berpidato, hingga menerima simbol penghargaan dan dukungan atas keberadaan dan aspirasi mereka.

Meriah, Penuh Makna, dan Sarat Harapan
Rangkaian acara dimulai dengan tarian tradisional dan pidato inspiratif dari Duta Anak. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kutipan akta kelahiran dan sertifikat untuk Forum Anak Kabupaten TTS, launching aplikasi pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak SIPETIK-PPA, serta berbagai kegiatan lainnya yang menyuarakan pesan perlindungan dan partisipasi anak.
Mengusung tema besar “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan ini juga membawa subtema menyentuh seperti: Tidak Ada Anak yang Tertinggal, Impian Anak Tercapai, Anak Bergizi Bebas Stunting, Stop Kekerasan pada Anak, serta Anak Aman dan Positif di Dunia Digital.
Seluruh kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas P3A Kab. TTS, Wahana Visi Indonesia dan Plan International Area SoE— WVI dan Plan Area SoE adalah dua mitra strategis yang telah lama bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam isu-isu perlindungan anak.
Bupati Eduard: Anak Berhak Bersama Membangun Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya seremonial, melainkan momentum strategis untuk memberi ruang kepada anak-anak menyampaikan suara dan kebutuhan mereka.
“Mereka juga punya hak untuk turut serta dalam pembangunan daerah dan bangsa ini. Maka, mari kita beri mereka ruang yang cukup untuk bertumbuh, belajar, dan berkontribusi,” tegas Bupati Eduard.
Namun, sang bupati juga tak menutup mata terhadap berbagai tantangan besar yang masih membelit TTS:
- Angka kemiskinan ekstrem mencapai 24,68%
- Angka stunting menyentuh 56,8%
- Anak putus sekolah SD-SMP mencapai 1.582 anak, dan 4.247 tidak melanjutkan sekolah setelah lulus
- Anak usia 0-17 tahun yang belum memiliki akta lahir: 29,22%, dan yang belum memiliki Kartu Identitas Anak: 74,80%
- 43% korban kekerasan anak adalah pelajar dari TK hingga SMP, berdasarkan data Dinas P3A TTS
Melalui peringatan ini, Pemkab TTS menegaskan komitmennya menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Layak Anak, sebagaimana telah dideklarasikan tahun 2024. Bupati Eduard juga mengapresiasi deklarasi Gereja Ramah Anak yang sudah dilakukan oleh Sinode GMIT dan Klasis Amanuban Tengah Utara di 23 gereja lokal—sebuah langkah penting dalam mendukung klaster pendidikan dan budaya yang ramah anak.
Inovasi Digital: Aplikasi SIPETIK-PPA Diluncurkan
Sebagai bentuk respons nyata atas tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, hari itu pula dicanangkan sebuah inovasi penting: peluncuran aplikasi SIPETIK-PPA (Sistem Pelaporan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak). Aplikasi ini dirancang untuk menjaga kerahasiaan identitas pelapor dan mempercepat penanganan kasus yang masuk.
“Kami harap SIPETIK-PPA menjadi alat yang efektif melindungi perempuan dan anak, serta membangun budaya melapor dan menindaklanjuti setiap bentuk kekerasan secara adil dan cepat,” ujar Bupati Eduard.
Apresiasi bagi Forum Anak: Pilar Masa Depan
Di ujung sambutannya, Bupati Eduard menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan dedikasi luar biasa, termasuk aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan dan pendidikan, serta anak-anak hebat yang telah berperan aktif dalam Forum Anak.
Khusus kepada anggota Forum Anak Kabupaten periode 2023–2025 yang telah menyelesaikan masa tugasnya, Bupati Eduard menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi.
“Terima kasih atas kerja keras, prestasi, dan kontribusi kalian. Semoga pengalaman ini jadi bekal berharga dalam perjalanan kalian menjadi pemimpin masa depan bangsa.”
Menuju Indonesia Emas, Mulai dari Anak TTS
Hari itu ditutup dengan semangat baru. Di tengah segala tantangan yang ada, anak-anak TTS menatap masa depan dengan optimisme. Mereka bukan sekadar penerima keputusan, tetapi pelaku perubahan. Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Kabupaten TTS bukanlah akhir dari sebuah perayaan, tapi awal dari komitmen panjang—untuk mencetak generasi cerdas, sehat, berani, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (Polce/KLtvnews.com)
