HukrimNasionalPendidikanViral

Tersangka Sony Sonjaya Siap Beber Nama-Nama Besar Di Kasus Korupsi MBG

Jakarta, KLtvnews.com – Tabir dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2025–2026 perlahan mulai tersingkap. Di tengah derasnya sorotan publik terhadap kasus yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah, salah satu tersangka utama, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesiapannya untuk membuka fakta-fakta yang selama ini tersembunyi.

Langkah tersebut menjadi babak baru dalam pengusutan perkara yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap salah satu program strategis pemerintah yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Sony menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Jumat (5/6/2026).

“Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejaksaan,” ujar Krisna Murti.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi kliennya, melainkan sebagai upaya membantu penyidik mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi dalam pengelolaan Program MBG.

Sony juga ingin membuktikan bahwa dirinya bukan pihak yang merancang ataupun mengendalikan dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini menjadi salah satu fokus penyidikan.

Namun yang paling mengejutkan adalah pengakuan bahwa terdapat sejumlah tokoh berpengaruh yang diduga mengetahui, bahkan memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

“Menurut klien saya, kasus ini melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap membuka semuanya,” tegas Krisna.

Meski demikian, identitas para tokoh yang dimaksud belum diungkap kepada publik. Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa seluruh informasi akan disampaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku demi menjaga integritas proses penyidikan.

Krisna juga mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengajukan permohonan resmi kepada Kejaksaan Agung agar Sony memperoleh status Justice Collaborator. Jika permohonan tersebut dikabulkan, maka keterangannya dapat menjadi salah satu kunci penting untuk membongkar dugaan keterlibatan pihak-pihak lain yang selama ini belum tersentuh penyidikan.

“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kami buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasus ini menjadi transparan,” katanya.

Mengapa Justice Collaborator Penting?

Dalam sistem hukum Indonesia, Justice Collaborator merupakan pelaku tindak pidana yang bersedia bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku lain yang memiliki peran lebih besar dalam suatu kejahatan.

Status ini sering digunakan dalam pengungkapan kasus korupsi, pencucian uang, maupun kejahatan terorganisir karena memungkinkan penyidik memperoleh informasi yang tidak mudah ditemukan melalui alat bukti biasa.

Meski demikian, seseorang yang menjadi Justice Collaborator tidak otomatis bebas dari hukuman. Ia tetap bertanggung jawab atas perbuatannya, namun kerja samanya dapat menjadi pertimbangan dalam proses penuntutan maupun pemidanaan.

Ujian Besar Penegakan Hukum

Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi ujian besar bagi aparat penegak hukum. Masyarakat menaruh harapan agar penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi mampu menembus hingga aktor-aktor utama yang diduga berada di balik pengambilan keputusan dan aliran dana program tersebut.

Publik juga menunggu apakah keberanian Sony Sonjaya untuk menjadi Justice Collaborator benar-benar akan membuka jaringan yang lebih luas, atau justru menjadi awal terbongkarnya salah satu skandal korupsi terbesar dalam pengelolaan program sosial pemerintah.

Karena pada akhirnya, setiap rupiah yang diduga dikorupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kerugian negara, melainkan juga hilangnya hak jutaan anak Indonesia untuk memperoleh asupan gizi yang layak demi masa depan mereka. (KLtvnews.com/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *