DaerahHealthInternasionalNasionalPendidikanViral

Wabup Army Konay Lontarkan Peringatan Keras

  • “Pengelolaan Sampah Harus Jadi Budaya Hidup — Mulai Dari Sekolah Hingga Masyarakat!”

SoE, KLtvnews.com – Kabupaten Timor Tengah Selatan kembali diguncang kenyataan pahit: tumpukan sampah masih menjadi pemandangan harian yang mencolok, menyesakkan, dan mencederai wajah daerah yang sedang bermimpi menuju kemajuan. Di sudut-sudut pasar, di pinggir jalan, hingga kawasan permukiman, jejak plastik dan sampah berserakan seperti bom waktu yang siap “meledakkan” masalah lingkungan dan kesehatan.

Di tengah kepungan persoalan itu, Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay tampil dengan pernyataan paling keras, paling tegas, dan paling berani selama ini. Ia tidak lagi berbicara dengan nada halus—melainkan menggetarkan meja dan menggugah kesadaran publik.

“Sampah bukan lagi urusan biasa! Ini TANGGUNG JAWAB sosial, budaya hidup, dan masa depan anak-anak kita!” tegasnya penuh penekanan.

Sekolah: Arena Pertempuran Pertama Membentuk Generasi Anti-Sampah

Wabup Army menempatkan sekolah sebagai garda pembentukan mental revolusioner, tempat generasi masa depan disiapkan untuk tidak sekadar pintar, tetapi berbudaya bersih.

Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan bahwa sekolah harus menjadi markas besar perubahan perilaku.

3R: Bukan Slogan, Tapi ‘Senjata Wajib’

Di hadapan wartawan, ia menegaskan bahwa program Reduce, Reuse, Recycle harus bukan sekadar “nasehat” di atas kertas, melainkan gaya hidup:

  • Reduce – hentikan ketergantungan plastik sekali pakai
  • Reuse – manfaatkan kembali barang-barang yang masih layak
  • Recycle – ubah sampah menjadi produk bernilai

“Jika sekolah sungguh-sungguh menjalankan ini, maka TTS akan punya generasi yang beradab dalam mengelola sampah!”

Masyarakat: Medan Tempur Besar yang Menentukan Kemenangan

Masalah sampah, menurut Wabup Army, tidak akan pernah selesai jika hanya dikerjakan segelintir orang. Harus ada keterlibatan total: RT, RW, tokoh gereja, tokoh masjid, karang taruna, pemuda lingkungan, hingga organisasi ojek.

“SEMUA HARUS GERAK! Ini medan tempur bersama. Kita tidak bisa lagi santai melihat sampah menumpuk di depan rumah!”

Pemuda Dijadikan ‘Pasukan Tempur’ Pengangkut dan Penyaring Sampah

Dalam gebrakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, Pemda TTS siap mengerahkan kekuatan pemuda lintas sektor untuk mengurus mobilisasi sampah ke TPA dan memaksimalkan fungsi IPLT.

Dari ojek hingga pemuda gereja dan masjid, semua akan dilibatkan.

“Kita siapkan anggaran! Kita siapkan fasilitas! Sumbernya dari APBD, Dana Desa, maupun pihak ketiga!” ucapnya dengan nada mantap, penuh keyakinan.

Wabup Army menegaskan bahwa pemuda akan menjadi motor utama pengangkutan, pemilahan, dan pengelolaan sampah.

Daur Ulang: ‘Emas Plastik’ yang Menunggu Digarap TTS

Dalam penjelasannya, Wabup Konay membuka mata banyak orang: ternyata sampah plastik di TTS adalah harta karun terpendam.

Ia membeberkan jenis-jenis plastik yang dapat diolah menjadi produk berdaya jual tinggi:

  • PP (Polypropylene): tutup botol, gelas bening, ember, baskom
  • PE (Polyethylene): kantong belanja, botol minyak, kemasan susu, pipa plastik
  • LDPE: plastik kresek tipis, kantong es, plastik pembungkus makanan

Semua dapat diolah menjadi ember, pot bunga, paving block, tas belanja, keranjang, hingga genteng plastik.

Ia bahkan mengingatkan bahwa di kota-kota besar, sampah plastik telah menjadi bahan baku aspal campur plastik, teknologi masa depan yang ramah lingkungan.

“Ini peluang emas! Desa dan dinas teknis jangan tinggal diam. Jadikan ini PAD dan PADes!” serunya menggugah.

Pilihan Ada pada Kita — Berubah atau Dikubur Sampah

Di akhir pernyataannya, Wabup Konay kembali menggetarkan ruangan:

“Daur ulang bukan sekadar teknis. Ini revolusi budaya! Jika kita bergerak, TTS bersih. Jika tidak, TTS akan tenggelam oleh sampahnya sendiri.”

Sebuah pesan keras namun penuh harapan, menyerukan bahwa seluruh masyarakat harus bangkit sebelum terlambat.

Reporter : Polce Lerek

Editor : Polce Lerek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *