Sinergi Polri dan Pemda TTS Tanam Jagung: Langkah Nyata Menuju Ketahanan Pangan Nasional
SoE, KLtvnews.com – Upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional terus digerakkan melalui berbagai kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret terlihat dalam kegiatan penanaman jagung serentak yang digelar jajaran Kepolisian Republik Indonesia di seluruh Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada jagung yang masuk dalam agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kegiatan tersebut dilaksanakan di kebun Buat, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota SoE, Sabtu (07/03/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 Wita hingga 17.30 Wita itu menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, SH, SIK, MH, menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional. Polres TTS, kata dia, tidak hanya hadir sebagai institusi keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pendampingan kelompok tani guna meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2025 Kabupaten TTS menargetkan penanaman jagung seluas 2.500 hektare. Dalam upaya tersebut, Polres TTS turut mendampingi kelompok tani dengan realisasi penanaman sekitar 9 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan.
Hasilnya cukup menggembirakan. Dari pendampingan tersebut, tercatat produksi panen mencapai sekitar 35 ton jagung yang berasal dari wilayah Kecamatan Kota SoE, Amanuban Selatan, Amanuban Tengah, serta Kecamatan Oenino. Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan petani mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian daerah.
Memasuki tahun 2026, dukungan terhadap swasembada jagung kembali diperkuat. Polres TTS mendapat target untuk mendukung penanaman jagung seluas 1.500 hektare. Kegiatan penanaman serentak yang dilaksanakan di kebun Buat menjadi bagian awal dari rangkaian program tersebut, dengan luas lahan yang ditanami sekitar 1 hektare.
Kapolres Dorizen juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah, karena keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTS yang telah memberikan dukungan berupa penyediaan lahan dan berbagai sarana pendukung pertanian.
“Kolaborasi antara Polri dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar pembinaan kepada petani dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, peran Bhabinkamtibmas menjadi sangat strategis. Sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa, para Bhabinkamtibmas akan terus dibekali dengan kemampuan dan sarana pendukung agar mampu mendampingi masyarakat petani secara lebih efektif dalam mengembangkan sektor pertanian.
Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe didampingi Wakil Bupati Johny Army Konay, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh langkah Polri dalam menyukseskan program swasembada jagung.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk lahan pertanian, alat pendukung produksi, bibit unggul, serta pupuk bagi para petani.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan TNI dalam membina masyarakat di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan komoditas strategis seperti padi dan jagung yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Pantauan media di lokasi kegiatan menunjukkan bahwa penanaman jagung diawali dengan upacara bersama yang dilanjutkan dengan dialog virtual bersama Kapolri. Setelah itu, para peserta kegiatan melakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan yang telah disiapkan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres TTS, Wakapolres TTS, para pejabat utama Polres TTS, Bupati dan Wakil Bupati TTS, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS, kelompok tani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Momentum ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa kemandirian pangan harus dibangun melalui kerja sama, komitmen, dan partisipasi bersama demi masa depan kesejahteraan masyarakat.
Reporter & Editor: Polce Lerek
