Mimpi Besar Cetak Pemimpin Masa Depan: PPA Jireh Gelar Talk Show Profesi
SoE, KLtvnews.com – Sabtu, 26 Juli 2025, Riuh tepuk tangan dan sorak gembira anak-anak remaja menggema di Kampung Alor, SoE. Nada-nada rohani dilantunkan dengan semangat, membahana di lokasi Talk Show Profesi yang digelar oleh PPA Jireh Klaster TTS Barat—sebuah acara yang bukan sekadar hiburan, tapi sebuah panggung harapan untuk masa depan.
Wilhelmina Snae – Biaf, selaku koordinator PPA Jireh Klaster Barat kepada KLtvnews menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025 Klaster SoE. Sebelumnya, telah digelar Kebaktian Penyegaran Iman ata KPI di Gereja Efata SoE—sebagai fondasi spiritual sebelum anak-anak diajak menatap masa depan secara praktis dan realistis.

PPA Jireh memfokuskan acara ini bagi kelompok usia 12–22 tahun. “Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk melihat, menyentuh, dan memahami potensi masa depan mereka. Tidak sekadar lewat buku atau teori, tapi lewat kisah nyata dari mereka yang sudah melangkah lebih jauh,” ujar Wilhelmina, penuh semangat.
Talk Show Profesi kali ini menghadirkan para alumni PPA yang telah sukses meretas jalan hidupnya. Alfi, seorang tenaga pendidik muda, kini tengah mempersiapkan studi lanjut ke jenjang S2. Di sisi lain, Lasarus Nonlemi, tampil sebagai contoh anak muda kreatif yang sukses membangun usaha di bidang tata rias (makeup artist). Keduanya menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan tak selalu identik dengan seragam ASN, tapi bisa lahir dari semangat, keterampilan, dan ketekunan.
“Melalui kisah mereka, kami ingin menanamkan bahwa anak-anak bisa berdiri di atas kaki sendiri, menciptakan masa depan tanpa harus menunggu lowongan pegawai negeri. Mereka bisa menjadi guru, wirausaha, seniman, atau pemimpin yang mengakar kuat pada karakter Kristus,” jelas Wilhelmina.
Sebanyak 310 anak yang tergabung dalam PPA Jireh Klaster TTS Barat tampak antusias. Mereka tak sekadar duduk dan mendengar, tapi terlibat aktif—bertanya, berdiskusi, bahkan menyampaikan mimpi mereka di depan peserta lain.
Wilhelmina menambahkan bahwa meskipun program PPA Jireh secara baku berjalan selama satu tahun, pihaknya memegang visi jangka panjang: mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai iman. Mimpi besar ini menjadi kompas dalam setiap kegiatan yang digelar.
“Melalui Talk Show Profesi ini, kami ingin membuka mata mereka bahwa jalan menuju masa depan bukan satu arah. Yang terpenting adalah mengenali potensi diri, lalu mengembangkannya untuk memberi dampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya.
Dalam dunia yang terus berubah, PPA Jireh hadir sebagai taman bertumbuh—di mana anak-anak tak hanya belajar membaca dan menulis, tapi juga belajar bermimpi. Dan di Kampung Alor hari itu, mimpi-mimpi besar itu mulai menemukan jalannya. (Polce/KLtvnews.com)
