“Kinerja Nyata PRKP TTS: DAK Rp24 Miliar Terserap Optimal, Infrastruktur Dasar Hampir 100 Persen Rampung”
SoE, KLtvnews.com — Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas pengelolaan anggaran negara, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tampil dengan capaian yang patut diapresiasi. Pada Tahun Anggaran 2025, instansi ini berhasil menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat lebih dari Rp24 miliar, sebuah angka yang bukan sekadar statistik, melainkan penanda keseriusan birokrasi dalam menerjemahkan anggaran menjadi karya nyata bagi rakyat.
Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas PRKP TTS, Rudolf E. L. Malo, ST., MT, didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Mel Kause serta PPK Bidang Air Bersih Beny Misa, di kantor Dinas PRKP pekan lalu. Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan publik mengenai potensi keterlambatan, penalti, atau bahkan hangusnya dana pusat akibat lemahnya realisasi.
Anggaran Negara, Jalan Hidup Rakyat
Secara sistematis, Rudy Malo memaparkan bahwa DAK senilai lebih dari Rp24 miliar tersebut didistribusikan ke sejumlah sektor pembangunan fisik yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Sektor air bersih memperoleh alokasi sekitar Rp9 miliar, dilaksanakan melalui skema pekerjaan kontraktual dan pemberdayaan masyarakat—sebuah pendekatan yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas sosial warga.
Sementara itu, kegiatan sanitasi dijalankan melalui model pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan yang menempatkan warga sebagai subjek, bukan sekadar objek. Adapun pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dengan nilai sekitar Rp8 miliar dilaksanakan secara kontraktual sebagai bagian dari penguatan sistem sanitasi terpadu daerah.
Nol Penalti, Nol Dana Hangus
Dalam nada tegas dan argumentatif, Rudy Malo menegaskan bahwa hingga Desember 2025, seluruh DAK yang dialokasikan pemerintah pusat telah masuk ke kas daerah secara utuh.
“Tidak ada dana yang dipinalti atau hangus,” tegasnya.
Pernyataan ini bukan hanya klarifikasi administratif, tetapi juga pesan moral bahwa disiplin perencanaan, ketepatan pelaksanaan, dan kepatuhan terhadap regulasi adalah kunci utama menjaga kepercayaan negara kepada daerah.
Progres Fisik Nyaris Sempurna
Dari sisi realisasi fisik di lapangan, capaian Dinas PRKP TTS tergolong impresif. Untuk pekerjaan air bersih, baik kontraktual maupun pemberdayaan, progres rata-rata telah mencapai 98 persen. Capaian serupa juga ditunjukkan pada kegiatan sanitasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari itu, pembangunan IPLT bahkan telah mencapai 100 persen, ditandai dengan pelaksanaan serah terima tahap pertama (Profesional Hand Over/PHO). Ini menegaskan bahwa proyek strategis tersebut tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi telah berdiri secara fisik dan siap dimanfaatkan.
Pembangunan yang Berasas Manfaat
Secara konstruktif dan edukatif, capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada serapan anggaran semata, melainkan harus bermuara pada asas manfaat bagi masyarakat. Air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan limbah yang baik adalah fondasi kesehatan publik, martabat manusia, serta kualitas hidup warga TTS.
Dinas PRKP TTS berharap, keberhasilan realisasi DAK Tahun 2025 ini menjadi kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan daerah, sekaligus contoh bahwa ketika anggaran dikelola dengan integritas dan visi, maka uang negara benar-benar menjelma menjadi denyut kehidupan rakyat.
Reporter : Polce Lerek
Editor : Polce Lerek
