DaerahNasionalPendidikanTravel

“Kerja Tanpa Dana, Kontraktor Lokal Buktikan Dedikasi untuk Negeri”

SoE, KLtvnews.com – Harapan ribuan masyarakat pengguna jalan akhirnya terjawab. Penanganan tiga titik ruas jalan negara yang sempat lumpuh akibat longsoran tanah di Desa Sopo, Kecamatan Amanuban Tengah, kini sudah mencapai 99 persen. Jalur vital yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten Belu hingga ke negara tetangga Timor Leste itu kembali berdenyut, menghidupkan arus barang dan jasa yang sebelumnya tersendat.

Kepastian tersebut disampaikan PPK Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, Abe Hotty, melalui sambungan telepon, Selasa (2/8/2025). Abe menegaskan, pihak kontraktor CV Karmel bekerja ekstra keras dan penuh tanggung jawab, bahkan menanggung biaya pekerjaan dengan dana sendiri karena hingga kini belum ada pencairan dana dari pemerintah pusat.

Abe Hotty ( PPK BPJN NTT Penanganan Ruas Jalan Negara Desa Sopo – TTS)

“Belum sepeser pun dana dicairkan ke kontraktor. Saat ini kami masih memproses administrasi ke Kementerian Pekerjaan Umum RI untuk pencairan anggaran sebesar Rp 5 miliar 82 juta. Namun meski tanpa dana, pihak kontraktor tetap melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, bahkan ada kelebihan volume pekerjaan,” ungkap Abe dengan nada tegas.

Kendati demikian, Abe menegaskan, terkait pembiayaan fisik proyek tersebut, dananya sudah ada dalam DIPA dan saat ini sedang diproses administrasinya.

Abe menambahkan, sesuai jadwal, proyek ini baru akan berakhir pada 15 Oktober 2025. Namun percepatan dilakukan agar infrastruktur vital itu sudah bisa dilalui dengan nyaman saat Tour de EnTeTe digelar pada 10 September mendatang. ” kita jadwalkan PHO proyek tersebut akan dilaksanakan pada 7 September 2025,”tutup Abe.

Dukungan dan Apresiasi dari DPRD

David I Boimau ( Anggota Komisi VIII DPRD NTT Dapil TTS )

Respon cepat BPJN NTT mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota Komisi VIII DPRD NTT, David Imanuel Boimau, menilai langkah percepatan itu sangat strategis untuk memulihkan denyut ekonomi masyarakat di jalur perbatasan.

“Kami apresiasi langkah cepat BPJN NTT dalam menangani kerusakan jalan di Desa Sopo. Namun kami berharap pencairan dana segera dilakukan agar kontraktor dan para pekerja lapangan yang telah berjerih payah juga bisa menerima haknya. Kondisi ekonomi sekarang sedang lesuh, upah pekerja harus diprioritaskan,” pintanya penuh harap.

Nada serupa datang dari Anggota DPRD TTS Dapil Niki-Niki, Yulius Nenobais. Ia menilai apa yang dilakukan kontraktor lokal patut diapresiasi karena mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat meski modal kerja berasal dari dana pribadi.

Yulius Nenobais ( Anggota DPRD TTS Dapil Amanuban Tengah/Niki-Niki)

“Apresiasi tinggi untuk BPJN NTT dan kontraktor lokal yang bekerja melampaui target waktu. Ini bentuk komitmen nyata terhadap kepentingan masyarakat. Tetapi pemerintah pusat juga harus segera menuntaskan pencairan anggaran agar semua hak pihak ketiga yang sudah menyelesaikan tanggung jawabnya bisa segera dibayar,” tegas Yulius.

Jalan Pulih, Ekonomi Bangkit

Kini, denyut jalan negara di Desa Sopo kembali berfungsi normal. Lalu lintas barang kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga transportasi masyarakat yang sebelumnya terhambat, perlahan kembali lancar. Senyum lega pun terpancar dari wajah masyarakat setempat yang sekian lama menanti.

Namun di balik keberhasilan itu, masih tersisa pekerjaan rumah: kepastian pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Tanpa itu, perjuangan kontraktor dan para pekerja yang telah berkorban tenaga, waktu, dan modal belum sepenuhnya terbayar.  Polce Lerek / KLtvnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *