DaerahHukrimNasionalPembangunanPendidikanPolitikViral

“Drama dan Refleksi di Balik Sertijab TTS: ‘Bukan Berkat yang Datangkan Kasih, Tapi Kasih yang Datangkan Berkat’”

SoE, KLtvnews.com – Ruang Rapat Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Selasa, 24 Februari 2026, bukan sekadar tempat seremonial. Di ruangan itu, arah birokrasi Kabupaten Timor Tengah Selatan dipertaruhkan. Sebanyak 13 Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) secara serentak—sebuah momentum yang bukan hanya administratif, tetapi strategis dalam menentukan kecepatan dan kualitas pelayanan publik empat tahun ke depan.

Sertijab ini menjadi akselerator awal untuk memastikan roda organisasi bergerak tanpa jeda, seirama dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati TTS periode 2025–2030. Tidak ada ruang bagi stagnasi. Tidak ada toleransi bagi birokrasi yang lamban.

Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, dalam arahannya menegaskan bahwa pergantian pejabat bukan sekadar rotasi kursi, melainkan penegasan tanggung jawab. Pejabat yang dilantik diminta segera bekerja, mengeksekusi program prioritas, dan memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.

“Bukan berkat yang mendatangkan kasih, tapi kasih yang mendatangkan berkat,” ujar Wabup Konay—sebuah kalimat reflektif yang mengingatkan bahwa kepemimpinan publik harus bertumpu pada integritas dan empati.

Dalam nada yang sempat bergetar, ia mengakui bahwa perjalanan pemerintahan tidak selalu mulus. Ada dinamika, ada gesekan, bahkan ada luka. Namun, ia menegaskan komitmennya bersama Bupati untuk tetap mengedepankan pelayanan.

“Di dalam hatiku ada sebuah hati yang terluka. Tapi dalam hati yang terluka ini tak tega melukai hati yang lain,” ucapnya, menghadirkan suasana haru di tengah forum resmi birokrasi.

Momentum itu semakin sarat makna ketika Wabup Konay mengutip lirik lagu legendaris “Berita Kepada Kawan” yang dipopulerkan oleh Ebiet G. Ade.

“Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita…” kutipnya, seolah menjadi peringatan moral bahwa jabatan adalah amanah, bukan ruang untuk abai terhadap tanggung jawab.

Empat Hari Menjabat, Lalu Pensiun

Di balik seremoni itu, terdapat satu fakta unik sekaligus simbolik. Sertijab dimajukan dari jadwal awal karena salah satu pejabat yang dilantik sebagai Sekretaris DPRD TTS, Jhon Sumbanu, hanya memiliki masa tugas empat hari sebelum memasuki masa pensiun pada Senin pekan depan.

Langkah ini, menurut Wabup, bukan keputusan emosional, melainkan administratif dan konstitusional. Prosesnya telah melalui mekanisme yang sah, termasuk persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan pertimbangan teknis (Pertek).

“Dalam tata kelola pemerintahan ada tiga hal yang dikedepankan: prosedur, substansi, dan kewenangan. Itu poinnya,” tegas Wabup Konay.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi edukasi publik bahwa setiap keputusan dalam birokrasi harus berpijak pada aturan, bukan sekadar persepsi. Masa jabatan yang singkat tidak membatalkan legalitas pengangkatan, selama prosedur dan kewenangan dijalankan sesuai regulasi.

13 OPD, Satu Irama Pembangunan

Pantauan KLtvnews, sertijab berlangsung di sejumlah OPD strategis, yakni Dinas PMD, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perizinan Satu Pintu, Kesbangpol, BPBD, dua Staf Ahli Bupati, Sekretariat DPRD, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, serta Dinas PUPR.

Daftar ini bukan daftar biasa. Di sanalah perencanaan pembangunan dirumuskan, anggaran dikelola, izin diterbitkan, bantuan sosial disalurkan, infrastruktur dibangun, hingga mitigasi bencana dijalankan. Artinya, efektivitas pejabat yang baru dilantik akan langsung berdampak pada kualitas hidup masyarakat TTS.

Sertijab serentak ini mengirim pesan tegas: birokrasi TTS sedang dikonsolidasikan. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada kekosongan kendali, tidak ada kebijakan yang tertunda, dan tidak ada pelayanan publik yang tersendat.

Di tengah dinamika pemerintahan dan ekspektasi publik yang terus meningkat, sertijab ini menjadi panggung evaluasi sekaligus titik tolak.

Karena pada akhirnya, jabatan boleh berganti, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah berhenti.

Reporter & Editor: Polce Lerek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *