Dinas P&K TTS Kebut 102 Proyek Sekolah Sebelum Tutup Anggaran 2025
SoE, KLtvnews.com – Menjelang akhir tahun anggaran 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kini berpacu dengan waktu. Deru kendaraan proyek terdengar di sejumlah pelosok kecamatan, pertanda semangat membangun sarana pendidikan tengah bergelora. Sebanyak 102 paket pembangunan fisik gedung sekolah sedang dikebut penyelesaiannya agar rampung sebelum “closing” anggaran tahun ini.
Program yang bersumber dari Dana Spesific Grant tersebut terbagi ke dalam tiga bidang utama, yakni SD sebanyak 25 paket, SMP 17 paket, dan PAUD sebanyak 60 paket. Ketiga bidang itu menjadi fokus besar Dinas P&K TTS dalam mewujudkan ruang belajar yang lebih layak dan nyaman bagi anak-anak di berbagai penjuru wilayah.

Kepala Bidang SMP, David Mbolik, saat ditemui KLtvnews.com di ruang kerjanya, Senin (13/10/2025), menjelaskan bahwa khusus di bidang SMP, 17 paket proyek telah masuk proses pelelangan. Dari jumlah itu, 14 paket sudah dilakukan pematokan di lapangan, sementara tiga paket lainnya masih berproses di ULP.
“Kita berharap tiga paket yang masih di ULP segera ditetapkan pemenangnya, agar kontrak bisa ditandatangani dan pekerjaan fisik segera dimulai,”ujar Mbolik penuh optimisme.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, ke-17 paket pembangunan tersebut tersebar di wilayah Amanatun, Amanuban, dan Mollo, dan menyasar sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki gedung permanen.
Menurutnya, tahun-tahun sebelumnya Dinas P&K telah melakukan intervensi pada sejumlah sekolah dengan membangun gedung berlantai permanen dua hingga tiga ruang kelas. Namun, karena keterbatasan anggaran, masih banyak sekolah yang belum tersentuh. Tahun ini, melalui dukungan dana Spesific Grant, Dinas kembali membangun dua ruang kelas per sekolah.
“Idealnya satu SMP memiliki minimal tiga ruang belajar, tapi banyak sekolah kita yang belum memiliki ruang belajar memadai. Karena itu, kami terus berupaya agar setiap tahun ada penambahan ruang belajar melalui berbagai sumber pendanaan,”terang Mbolik.
Meski kini cuaca mulai tak bersahabat dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah, pihaknya tetap optimis seluruh pekerjaan akan selesai sebelum tutup tahun anggaran.
Nada optimisme yang sama disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 17 paket SMP dan 25 paket SD, Jemsi Nifu, ST. Ia menegaskan, setelah proses penandatanganan kontrak dan pematokan lokasi, para kontraktor pelaksana telah mulai bekerja di lapangan.
“Kami optimis pekerjaan selesai tepat waktu, karena masa kontraknya berlangsung hingga 31 Desember 2025 mendatang,” ungkap Jemsi Nifu kepada KLtvnews.com.
Kini, di tengah tantangan waktu dan cuaca, semangat membangun ruang belajar yang layak bagi anak-anak TTS tak pernah surut. Di setiap pondasi yang ditanam, tersimpan harapan besar akan masa depan pendidikan yang lebih baik di Bumi Cendana. (Laporan: Polce Lerek / KLtvnews.com)
