Dari Legenda hingga Personal Branding Era Digital
- Pelatihan Pemandu Wisata TTS 2025
SoE, KLtvnews.com – Sebuah gelombang baru tengah bergerak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Gelombang yang bukan sekadar meniup angin perubahan, tetapi mengguncang fondasi pembangunan sektor pariwisata daerah. Itulah atmosfer yang tercipta ketika Pelatihan Pemandu Destinasi Wisata Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Timor Mega SoE, tanggal 25–26 November 2025.
Sebanyak 30 peserta terpilih dari berbagai latar belakang berkumpul, beradu gagasan, dan menyerap pengetahuan dari para narasumber mumpuni yang dihadirkan dari berbagai instansi bergengsi. Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pariwisata Kabupaten TTS ini menjadi magnet besar yang menarik perhatian publik, sekaligus menjadi bukti bahwa TTS sedang bersiap melakukan lompatan besar dalam dunia wisata.
Kadis Pariwisata TTS Menggebrak! SDM Unggul adalah Napas Pariwisata

Dalam suasana yang penuh energi, Kadis Pariwisata TTS Roby Selan, S.Sos, membuka kegiatan dengan pernyataan yang menggema bak seruan kebangkitan:
“Pemandu wisata bukan sekadar penyampai informasi. Mereka adalah wajah daerah, duta budaya, dan penentu kesan terakhir wisatawan. Masa depan pariwisata TTS ada di tangan mereka!”
Sambutan tersebut sontak membangkitkan semangat peserta. Roby Selan menegaskan bahwa kualitas SDM adalah elemen paling vital dalam menciptakan pariwisata yang mampu bersaing di tingkat lokal,Nasional bahkan Internasional.
Ia menyoroti perlunya teknik pemanduan modern, etika pelayanan, komunikasi kelas dunia, dan wawasan budaya yang mendalam. Menurutnya, tanpa SDM yang kuat, potensi alam dan budaya TTS hanya akan menjadi cerita tanpa makna.
Dua Hari Pelatihan yang “Menggoyang” Paradigma Pemanduan Wisata

Bukan pelatihan biasa. Materi yang disajikan berlangsung intens, mendalam, dan aplikatif. Narasumber dari:
- Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi NTT
- Balai Besar KSDA Provinsi NTT
- HPI TTS
- Akademi Pariwisata Kupang
- Praktisi dan akademisi pariwisata
membawa perspektif baru yang membuka mata peserta tentang how to guide like a pro di era modern.
Sebagian peserta bahkan mengaku seperti “ditampar kenyataan” bahwa pemandu wisata bukanlah pekerjaan biasa, tetapi profesi yang menuntut integritas, kecerdasan, ketangguhan komunikasi, dan kepribadian yang memikat.
Melahirkan Pemandu Wisata “Level Champion”
Pelatihan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah proyek besar untuk mencetak pemandu wisata yang:
✔ Mengerti betul potensi wisata TTS
✔ Mampu bercerita dengan gaya yang memikat
✔ Tahu bagaimana membuat wisatawan merasa aman, nyaman, dan ingin kembali
✔ Menghargai budaya lokal secara mendalam
✔ Mampu mempromosikan destinasi melalui platform digital
Roby Selan menegaskan,
“Kita ingin pemandu wisata yang bukan saja cerdas, tetapi punya pride, punya karakter, punya mental juara. Mereka harus siap membawa nama TTS ke panggung pariwisata NTT.”
Dari Kisah Legenda hingga Personal Branding Era Digital
Setiap sesi menyajikan kejutan intelektual bagi peserta:
1. Potensi & Daya Tarik Wisata TTS
Roby Selan membuka wawasan tentang kekayaan alam dan budaya TTS yang masih tersimpan seperti harta karun.
2. Sejarah, Legenda & Etika Pelayanan
Dominggus Da Costa menguak kisah-kisah lokal yang mampu menggugah rasa bangga peserta.
3. Teknik Pemanduan & Komunikasi Efektif
Dinas Parekraf Provinsi NTT membawa teknik komunikasi tingkat lanjut yang jarang ditemui.
4. Ekowisata & Keberlanjutan
Materi dari Balai Besar KSDA NTT menegaskan bahwa pelestarian alam adalah harga mati.
5. Promosi Digital & Personal Branding
Sekretaris Dinas Pariwisata TTS menekankan bagaimana satu unggahan dapat menggaungkan nama TTS ke dunia.
6. Pelayanan Prima & Keselamatan Wisata
Materi ini menjadi pilar penting dalam standar kelas internasional.
7. Profesionalitas Pemandu Wisata
Prince Pae Nope menegaskan bahwa pemandu harus menjadi “figur berkelas” yang membawa kehormatan daerah.
Diskusi Memanas: Kritik Mengalir, Solusi Dilontarkan



Salah satu momen paling menarik terjadi saat sesi diskusi. Suasana berubah panas namun cerdas. Peserta mengkritisi:
- Objek wisata yang belum dikelola maksimal
- Minimnya fasilitas penunjang
- Perlunya pembagian zona pariwisata untuk meningkatkan PAD
Diskusi tajam ini menunjukkan betapa tingginya kepedulian peserta terhadap perkembangan wisata daerah.
TTS Bersiap Melompat Jauh: Ini Titik Balik Pariwisata Kita
Pelatihan Pemandu Wisata 2025 bukan sekadar kegiatan, tetapi titik balik pembangunan pariwisata TTS.
Ini adalah langkah besar menuju wisata yang ramah, profesional, dan berkelas, yang mampu menjerat hati wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dengan SDM yang diperkuat, TTS kini berdiri di ambang gerbang kebangkitan pariwisata yang sesungguhnya.
TTS tidak lagi sekadar destinasi. TTS sedang bersiap menjadi pengalaman.
Dan para peserta pelatihan inilah yang akan berdiri di garis depan perubahan besar itu.
(Polce Lerek, KLtvnews.com)
