“Dari Jalan Berbatu ke Layar Digital”
- Nahad Baunsele Sosok dibalik Inovasi Si – Salam – TTS
SoE, KLtvnews.com — Di sebuah ruangan sederhana di sudut kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tumpukan map dan lembar Excel pernah menjadi pemandangan sehari-hari. Bau kertas yang mulai menguning bercampur dengan kepulan debu dari rak arsip yang penuh sesak. Di luar, para petugas Puskesmas rela menempuh perjalanan berjam-jam melintasi jalan berbatu dan tanjakan, hanya untuk menyerahkan laporan bulanan.
Di meja-meja kerja, deretan komputer tua berderit saat dipaksa membuka file berukuran besar. Di antara suara ketikan dan tumpukan berkas, terselip lelah yang jarang diucapkan.

Menyusun Data, Mengorbankan Waktu
Bagi Bendi Ira Manu,S.Kep.Ns perawat sekaligus pengelola data di Puskesmas Kie, awal bulan adalah masa paling berat. Dua hari penuh ia harus meninggalkan pasiennya, menempuh perjalanan pulang-pergi ke SoE untuk menyerahkan laporan.
“Kadang saya berangkat pagi sekali, sampai di dinas sudah siang. Kalau verifikasi lama, bisa menginap di kota. Sementara di puskesmas, pasien tetap datang,” ujarnya.
Hal Senada disampaikan Kepala Puskesmas KiE Ervina F. Un,Amd.Keb. Menurunya Aplikasi Si – Salam – TTS sangat membantu dan mempermudah sistim pelaporan dari Puskesmas.” Selama ini kami harus susun laporan secara manual, tapi dengan adanya aplikasi ini sistim pelaporan kami jadi lebih mudah,”ucapnya.
Begitulah selama bertahun-tahun: data dikirim, diverifikasi, diinput ulang. Angka-angka memenuhi tabel, tapi tak pernah menceritakan kualitas pelayanan yang diberikan. Waktu habis, biaya membengkak, dan di lapangan, masyarakat tetap menunggu.
Lahirnya Si–Salam–TTS

Sekretaris Dinas Kesehatan TTS, Nahad Baunsele, SKM., M.Kes, adalah sosok di balik lahirnya Si–Salam–TTS, singkatan dari Sistem Informasi – Standar Pelayanan Minimal – Transformatif Terintegrasi dan Simpel. Inovasi ini adalah jawaban atas tuntutan regulasi Permendagri No. 59/2021 tentang Penerapan Standart Pelayanan Minimal dan Permenkes No. 6/2024 tentang Standart Teknis Pemenuhan Standart Pelayanan Minimal Kesehatan.
Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XVII, Nahad merancang aplikasi Si–Salam–TTS.
Si–Salam–TTS Bukan sekadar aplikasi, ia hadir dengan misi:
- Data kuantitatif & kualitatif — untuk mengukur mutu layanan, bukan hanya menghitung angka.
- Efisiensi waktu & biaya — petugas tak perlu lagi meninggalkan pelayanan demi verifikasi.
- Verifikasi fleksibel — bisa dilakukan kapan saja, di mana saja.
- Pengolahan data otomatis — tanpa entri ulang, langsung unggah ke E-SPM Bina Bangda.
“Dengan Si–Salam–TTS, kami ingin mendorong pelayanan kesehatan di TTS menjadi lebih efektif, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Nahad, sambil menegaskan bahwa aplikasi ini juga menjadi simbol persatuan dan keberagaman di TTS.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS dr. R.A. Karolina Tahun menyatakan mendukung penerapan aplikasi inovatif Si – Salam -TTS ” Saya sangat Mendukung Inovasi Aplikasi Si – Salam – TTS dan segera diterapkan di seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten TTS,” Ucap Kadis Ria Tahun bersemangat.
Dari SoE ke Seluruh NTT

Kini, Bendi Ira Manu tak lagi harus meninggalkan pasien. Laporan yang dulunya butuh dua hari perjalanan, kini bisa dikirim dalam hitungan menit lewat gawainya.
Dampak itu dirasakan langsung oleh Bapak Marthen Natonis, warga Desa Belle. Dulu, ia pernah harus menunggu berjam-jam di puskesmas karena perawat yang biasa melayaninya sedang ke SoE membawa laporan.
“Sekarang kalau saya datang, ibu Bendi selalu ada. Obat saya cepat dapat, tekanan darah langsung diperiksa,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Marthen, itu bukan hanya soal kecepatan pelayanan, tapi soal rasa diperhatikan.
Tak hanya di TTS, Si–Salam–TTS menuai dukungan luas. Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iien Adriany, M.Kes, bahkan berencana mengadopsinya untuk digunakan seluruh Dinas Kesehatan di Provinsi NTT. ” Saya sangat mendukung dan segera kita adobsi untuk diterapkan diseluruh Dinas Kesehatan Se- Provinsi NTT,”ucapnya penuh antusias.

Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun, S.Si., M.Kes, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robert Tjeunfin, yang siap mengadopsi SI–SALAM–TTS di wilayah masing-masing.


Dari Kertas ke Cahaya Layar
Dari sebuah ruangan kecil di SoE, lahirlah inovasi yang menembus batas kabupaten, bahkan provinsi. Si–Salam–TTS bukan sekadar kumpulan fitur digital, tetapi wujud nyata tekad untuk mempermudah kerja, meningkatkan mutu, dan menjaga janji pelayanan kesehatan bagi semua.
Di setiap data yang tersimpan, ada perjalanan panjang, ada wajah-wajah masyarakat yang menanti, dan ada keyakinan bahwa teknologi — jika dikerjakan dengan hati — bisa mengubah arah masa depan.
Dan bagi Bendi Ira Manu, setiap kali ia menekan tombol “kirim” SI–SALAM–TTS, ia tahu di saat yang sama, seorang pasien seperti Bapak Marthen sedang duduk nyaman di kursi periksa dan tak lagi menunggu sendirian. (Polce/KLtvnews.com)
