“Dari Harapan Palsu ke Harapan Pasti” – TPP ASN TTS Siap di Bayarkan
- Sekda TTS : Pembayaran TPP ASN TTS sudah disetujui Kemendagri
SoE, KLtvnews.com – Hembusan angin segar akhirnya datang bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Setelah melewati masa penantian panjang yang sarat harap, tanda tanya, dan bahkan kekecewaan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya memberikan persetujuan resmi pembayaran Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) tahun 2025.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si, kepada KLtvnews.com, Jumat (18/10/2025).
Dihubungi melalui sambungan telepon sesaat setelah mendarat di Bandara Eltari Kupang, Sekda Sipa berbicara dengan nada lega—sebuah tanda bahwa perjuangan panjang administrasi dan koordinasi lintas kementerian akhirnya membuahkan hasil.
“Kemendagri sudah setuju TPP dibayarkan kepada ASN, termasuk juga insentif bagi para dokter di RSUD SoE,”ungkap Sekda Sipa singkat namun penuh makna.
Ia menegaskan, dengan keluarnya persetujuan tersebut, pemerintah daerah tak akan menunggu lama untuk menindaklanjuti.
“Karena sudah disetujui, minggu ini kita segera proses TPP bagi seluruh ASN dan insentif bagi para dokter,”tegasnya.
Menanti Kepastian di Tengah Keterbatasan
TPP sejatinya adalah bentuk penghargaan pemerintah terhadap kinerja ASN—sebuah dorongan moral sekaligus finansial agar birokrasi tetap solid dan produktif. Namun di Kabupaten TTS, kebijakan ini telah lama menjadi “mimpi yang tertunda”.
Selama tahun anggaran 2024, TPP tidak bisa dianggarkan sama sekali akibat tekanan fiskal daerah. Baru pada tahun 2025, pemerintah daerah memberanikan diri untuk mengalokasikan hanya empat bulan pembayaran, terhitung Januari hingga April, karena kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
Keterbatasan inilah yang sempat menimbulkan rasa was-was di kalangan ASN. Banyak yang pesimis, khawatir janji pembayaran TPP hanya akan menjadi slogan penghibur—janji yang manis di bibir, tapi pahit di realisasi.
Beberapa ASN bahkan melontarkan keluhan dalam nada humor getir, menyebut pemerintah daerah sebagai “PHP”—Pemberi Harapan Palsu. Istilah itu kemudian populer di lingkungan ASN TTS sebagai bentuk sindiran halus atas ketidakpastian tunjangan mereka.
Dari “Pemberi Harapan Palsu” ke “Pemberi Harapan Pasti”
Namun kini, situasi mulai berbalik. Surat persetujuan dari Kemendagri menjadi semacam oase di padang penantian. ASN di TTS kembali memiliki alasan untuk tersenyum, bukan karena nominal semata, melainkan karena janji yang selama ini tertunda kini menjadi nyata.
“Kami harap tahun ini bukan lagi PHP — Pemberi Harapan Palsu — tapi Pemberi Harapan Pasti,”
ujar salah satu ASN sambil tersenyum lega ketika ditemui KLtvnews.com di lingkup Sekretariat Daerah.
Senyum itu sederhana, namun menyimpan banyak kisah: tentang loyalitas di tengah keterbatasan, tentang tanggung jawab yang dijalankan tanpa pamrih, dan tentang keyakinan bahwa setiap kerja keras, cepat atau lambat, akan dihargai.
Refleksi di Balik Keputusan
Keputusan Kemendagri ini bukan sekadar lampu hijau untuk pembayaran tunjangan. Ia adalah bentuk pengakuan terhadap dedikasi ASN TTS yang selama ini bertahan dalam sistem birokrasi yang terus berjuang dengan minimnya ruang fiskal.
Langkah cepat Pemerintah Kabupaten TTS dalam menindaklanjuti keputusan ini menunjukkan adanya semangat baru: birokrasi yang lebih responsif, manusiawi, dan berorientasi pada kesejahteraan aparatur.
Lebih dari itu, TPP bukan hanya sekadar angka di slip gaji, tetapi juga cerminan dari komitmen pemerintah untuk membangun budaya kerja yang adil, memotivasi, dan menghargai pengabdian.
Sebuah Akhir yang Menyentuh
Bagi para ASN di Timor Tengah Selatan, kabar ini mungkin terdengar sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan harapan besar—bahwa di tengah keterbatasan, kepastian tetap bisa diperjuangkan.
Dan seperti ungkapan yang beredar di kalangan ASN TTS,
“Dalam hidup di era ini, ada dua hal yang bikin deg-degan: sinyal yang tiba-tiba hilang… dan seseorang — atau kebijakan — yang tiba-tiba berubah.”
Kali ini, perubahan itu membawa kabar baik. Sebuah kepastian yang tidak hanya menguatkan semangat ASN, tetapi juga mengingatkan kita bahwa birokrasi yang sehat dimulai dari penghargaan terhadap manusia yang menggerakkannya.
Reporter : Polce Lerek
Editor : Tim Redaksi KLtvnews.com
