Anak TTS Suarakan Harapan, Menuju Kabupaten Layak Anak
SoE, KLtvnews.com — Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi Aula Mutis, Kantor Bupati Timor Tengah Selatan, akhir pekan lalu. Gelaran Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten TTS bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik sorak sorai dan penampilan anak-anak, terselip sebuah visi besar: menjadikan TTS sebagai Kabupaten Layak Anak.
Berwaddin Ibrani Simbolon, APM Cluster Timora World Vision Indonesia (WVI), tampil di tengah perayaan itu dengan penuh harapan. Ia menegaskan bahwa visi besar WVI di Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah “setiap anak hidup utuh sepenuhnya.”

“Kami mendorong sepenuh hati agar Kabupaten TTS benar-benar bisa menjadi kabupaten layak anak,” ungkap Simbolon.
Komitmen itu bukan sekadar wacana. Pada tahun 2024 lalu, WVI bersama Pemerintah Kabupaten TTS telah mendeklarasikan komitmen menuju Kabupaten Layak Anak. Dan perayaan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum untuk menilai sejauh mana komitmen itu mulai diwujudkan.
Simbolon menyampaikan rasa bangganya terhadap anak-anak TTS yang tampil penuh percaya diri. Lewat tarian, pidato maunpun aneka kegiatan anak-anak menyuarakan kondisi nyata yang mereka alami di desa-desa.
“Saya lihat anak-anak di sini menyampaikan suara mereka, tentang situasi anak-anak, dan inilah potret desa. Saya pikir ini bagian penting dari indikator menuju kabupaten layak anak,” jelasnya.
Namun, kata Berwaddin, mimpi besar itu hanya bisa terwujud jika seluruh stakeholder terlibat aktif. Gugus tugas yang telah terbentuk diharapkan tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar mengimplementasikan visi dan misi melalui pendataan dan dokumentasi indikator pembangunan menuju kabupaten layak anak.
Berwaddin secara khusus mengapresiasi Pemkab TTS yang telah meluncurkan aplikasi Sipetik PPA, sebagai inovasi penting dalam melindungi anak-anak dari kekerasan.
“Aplikasi ini langkah luar biasa. Karena akan jauh lebih memudahkan masyarakat melaporkan kejadian kekerasan fisik maupun verbal yang menimpa anak-anak,” tambahnya.
Di tengah acara, suara jernih penuh semangat dari Deri Tlonaen, Duta Anak TTS, menyihir seluruh ruangan. Dalam pidatonya, Deri membakar semangat sesama anak-anak untuk terus berjuang, tidak menyerah, dan percaya bahwa masa depan bangsa berada di tangan mereka.
“Ketika kita sedang mengalami kesulitan, ingatlah, Bapak Prabowo pernah kecil, Bapak Jokowi pernah kecil, Bapak Bupati juga pernah kecil. Mereka pernah susah, tapi sekarang jadi orang hebat karena mereka tidak menyerah,” seru Deri, disambut tepuk tangan meriah.
Perayaan ini bukan akhir dari sebuah kampanye, tapi justru langkah awal yang lebih serius. Kabupaten TTS sedang berjalan di jalur yang benar—menuju wilayah yang benar-benar ramah dan aman bagi setiap anak. (Polce/KLtvnews.com)
