DaerahHealthInternasionalNasionalPendidikan

“Belajar dari Bencana Sumatera–Aceh: TTS Perkuat KLHS RTRW–RPPLH Demi Selamatkan Ruang Hidup 30 Tahun ke Depan”

  • Dinas Lingkungan Hidup Gelar FGD 2 KLHS RTRW – RPPLH 2025 – 2055

SoE, KLtvnews.com — Ketika Indonesia kembali diguncang rentetan bencana alam di Sumatera dan Aceh—banjir bandang, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem yang memporakporandakan permukiman—Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengambil langkah sigap dan visioner. Di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang kian nyata, Dinas Lingkungan Hidup TTS pada Rabu, 10 Desember 2025, menggelar Forum Group Discussion (FGD) 2 penyusunan KLHS RTRW 2025–2055 dan RPPLH 2025–2055, sebagai upaya menyiapkan daerah menghadapi krisis ekologis jangka panjang.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mutis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah TTS, Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si. Disaksikan kepala DLH Martelens C.H. Liu, ST., MT., tim ahli LP2M Undana Kupang, dan para pemangku kepentingan, Sekda Edison Sipa menegaskan bahwa penyusunan dua dokumen strategis ini adalah benteng peringatan dini untuk menyelamatkan TTS dari ancaman kerusakan lingkungan yang bisa berujung bencana seperti yang kini melanda Sumatera dan Aceh.

Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si ( Sekda TTS)

Peringatan Serius dari Sekda TTS

Dalam sambutannya mewakili Bupati TTS, Sekda Edison Sipa menegaskan bahwa KLHS dan RPPLH disusun untuk mengawal revisi RTRW sekaligus memastikan pembangunan tidak berdiri di atas kerusakan ekologi.
Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keselamatan lingkungan, karena pengalaman nasional membuktikan bahwa lemahnya tata ruang dan pengelolaan lingkungan selalu berakhir tragis: banjir, longsor, abrasi, gagal panen, hingga krisis air bersih.

Sekda juga membeberkan sembilan isu prioritas lingkungan TTS—mulai dari kerawanan bencana, konflik lahan, pengelolaan sampah, krisis air, penurunan kualitas udara, hingga degradasi ekosistem pesisir. Isu-isu ini, tegasnya, harus ditangani serius agar TTS tidak mengalami malapetaka ekologis seperti yang sedang diperlihatkan Sumatera dan Aceh.

Dokumen Lingkungan: Senjata Utama Cegah Bencana

Sekda menjelaskan bahwa RPPLH akan menjadi acuan besar untuk kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan selama 30 tahun. Sementara KLHS RTRW memastikan kebijakan tata ruang ke depan mampu meminimalisir konflik pemanfaatan lahan dan menghindarkan masyarakat dari bencana yang dapat merenggut nyawa dan masa depan generasi.

Ia menutup sambutan dengan pesan kuat:

“Dokumen ini bukan sekadar laporan. Ini peta keselamatan daerah. Koordinasi antara DLH dan LP2M Undana harus berjalan tanpa celah agar TTS memiliki masa depan yang tertata, nyaman, dan berdaya saing.”

Kadis DLH TTS: Saatnya Masyarakat Ikut Mengawal

Martelens CH. Liu,ST.,MT ( Kepala Dinas Lingkungan Hidup ) Kab. TTS

Kepala DLH TTS, Martelens C.H. Liu, ST., MT., menegaskan bahwa FGD 2 merupakan kelanjutan dari kick off meeting sebelumnya. Ia mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan terbaik demi penyempurnaan dokumen lingkungan, sebab kualitas dokumen ini akan menentukan kualitas keselamatan masyarakat di masa depan.

Pemateri Tampilkan Potret Ancaman Nyata

Dr. Suwari ( Kanan Menghadap Lensa) & Dr. Paulus Bhuja ( Kiri Menghadap Lensa) Dua Pakar LP2M Undana Kupang

Dua pakar dari LP2M Undana Kupang menyampaikan materi secara lugas dan mendapat respons antusias peserta.

Dr. Suwari, pemateri RPPLH, menjelaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali akan menyeret daerah ke jurang krisis. Ia menegaskan perlunya strategi pembangunan berkelanjutan berbasis data bencana, pencemaran, dan tren kerusakan lingkungan.

Sementara itu, Dr. Paulus Bhuja memaparkan 18 isu strategis, 12 isu paling strategis, hingga 5 isu prioritas revisi RTRW TTS. Isu-isu tersebut meliputi kemiskinan struktural, krisis air bersih, degradasi hutan, ketimpangan layanan dasar, hingga rendahnya ketangguhan daerah menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan.

FGD yang Alot, Hangat, dan Menyadarkan

Pantauan KLtvnews.com, suasana FGD berlangsung dinamis. Diskusi berjalan alot namun penuh keakraban, dipandu langsung oleh Kadis Martelens Liu. Para peserta tampak serius merespons paparan para ahli yang membuka mata tentang risiko kerusakan lingkungan jika tidak ditangani mulai hari ini.

Reporter                      : Polce Lerek

Editor                          : Tim Redaksi KLtvnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *