TTS Tancap Gas! Program 300 Ribu Jembatan Prabowo Disambut Dengan Strategi Kilat
- Wabup Army Konay : “ Program Presiden Prabowo Menjadi “Oksigen Baru”
SoE, KLtvnews.com —Instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan 300 ribu jembatan penyeberangan siswa di seluruh pelosok Indonesia langsung disambar cepat oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Tidak pakai menunggu, tidak pakai ragu—Pemkab TTS bergerak secepat komando.
Di tengah musim penghujan yang kerap memutus akses anak sekolah karena derasnya arus banjir, program prioritas nasional ini datang seakan menjadi “tangan penyelamat” bagi ribuan pelajar TTS.
Respons Kilat Pemkab TTS: “Instruksi Presiden, Eksekusi Daerah Harus Cepat!”

Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin kehilangan momentum. Ketika Presiden Prabowo mengumumkan program jembatan penyeberangan untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak desa, Pemkab TTS langsung bergerak.
“Kami langsung respon cepat instruksi Bapak Presiden Prabowo. Saat ini seluruh sekolah di pelosok TTS sudah kami minta mengirim data visual. Data ini segera diteruskan ke Gubernur lalu ke pemerintah pusat,” tegas Wabup Army Konay saat memantau langsung proses pendataan di lapangan di Aula Dinas PUPR Rabu, 3 November 2025.
Respons cepat ini bukan sekadar laporan administratif. Pemkab TTS menargetkan pendataan paling lengkap, akurat, dan berbasis bukti visual, agar intervensi pemerintah pusat tepat sasaran, terutama di sekolah-sekolah yang selama ini terisolasi bila musim hujan datang.
Strategi Pemkab TTS: Bergerak Sistematis, Digital, dan Massif

Di tengah efisiensi anggaran daerah, program Prabowo menjadi “oksigen baru” bagi pemerintah kabupaten. Wabup Army Konay menjelaskan strategi Pemkab TTS yang kini bekerja secara paralel dan digital untuk mempercepat pengumpulan data.
1. Pendataan Visual Real-Time
Setiap sekolah pelosok diminta mengirim foto, video, titik koordinat, dan kondisi medan yang selama ini menghalangi siswa menyeberang sungai saat banjir.
2. Koordinasi Digital Via Group WA & MKKS
Alih-alih proses birokrasi berbelit, Pemkab memilih jalur cepat:
“Kita komunikasikan via Group WA dan MKKS. Tidak butuh waktu lama, puluhan sekolah sudah terdata,” ungkap Wabup Army.
3. Semua Data Diteruskan ke Pemprov Lalu ke Pusat
Proses berjenjang tetapi cepat: kabupaten → gubernur → pemerintah pusat. TTS ingin menjadi daerah tercepat yang siap menerima pembangunan jembatan dari program nasional tersebut.
Harapan Besar untuk Anak-Anak Pelosok TTS
Tidak hanya soal infrastruktur, program ini menyentuh sesuatu yang lebih fundamental: hak anak desa untuk mendapatkan pendidikan tanpa mempertaruhkan nyawa.
Wabup Army Konay dengan penuh optimisme menegaskan:

“Kami berharap program Presiden Prabowo dapat mengakhiri penderitaan siswa yang selama ini terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai ketika banjir. Dengan jembatan ini, akses pendidikan akan aman dan layak.”
Di sejumlah desa, anak-anak harus berjalan sejauh 3- 5 kilometer, menyeberangi sungai yang deras, dan menghindari longsor hanya untuk duduk di bangku kelas. Dengan program ini, TTS seperti mendapatkan sinar baru di ujung jalan terjal.
TTS Siap Jadi Contoh Nasional
Dengan strategi respons cepat, pendataan akurat, koordinasi digital, dan semangat kolaboratif, Pemkab TTS menunjukkan bahwa instruksi Presiden bukan hanya didengar—tetapi dijalankan dengan gerak kilat.
Program 300 ribu jembatan adalah proyek raksasa nasional yang dapat mengubah nasib generasi masa depan. Dan TTS telah menyatakan:
“Kami siap. Kami bergerak. Kami sambut program Bapak Presiden.” Tutup Wabup Konay.
Reporter : Polce Lerek
Editor : Polce Lerek
