DaerahHealthNasionalPendidikan

“Musim Penghujan Tak Kenal Ampun, TTS Melawan! Operasi Simulasi Bencana Dihidupkan”

So’E, KLtvnews.com – Hujan turun deras, menampar tanah So’E seperti pertanda bahwa musim penghujan tahun ini tidak datang dengan ramah. Awan kelabu menggulung pelan namun pasti, membawa kekhawatiran bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor. Namun hari itu, Jumat (28/11/2025), Kabupaten Timor Tengah Selatan menolak tunduk pada ancaman.

Lapangan Mapolres TTS mendadak berubah menjadi arena operasi besar. Suara sirene memecah udara. Personel TNI, Polri, dan BPBD bergegas seperti tengah memasuki zona bencana sungguhan. Mobil dinas berderu, alat komunikasi hidup, dan ratusan pasang mata fokus pada satu tujuan: menyelamatkan TTS dari kemungkinan bencana besar.

Simulasi yang Terasa Nyata

Dalam suasana yang menegangkan itu, hadir Kasdim 1621/TTS Kapten Inf Wagino, mewakili Dandim. Dengan suara tegas, ia mengingatkan bahwa bencana bukanlah ancaman imajiner—itu nyata, dekat, dan bisa terjadi kapan saja.

“Kita tidak boleh kalah oleh cuaca ekstrem. Semua unsur harus bergerak cepat, tepat, dan saling menguatkan,” tegasnya di hadapan para peserta simulasi.

Ucapan itu seakan menjadi aba-aba pembuka adegan dramatis berikutnya.

Para petugas BPBD berlari dengan tandu seolah membawa korban sungguhan. Anggota Polres sigap memasang garis polisi dan mengamankan area. Prajurit TNI bergerak cepat melakukan evakuasi, memikul, mengangkat, dan mengarahkan “korban” ke titik aman. Semua dilakukan dengan ritme yang intens, mimik serius, dan koordinasi yang terukur.

Beberapa warga yang menyaksikan dari kejauhan bahkan sempat mengira telah terjadi bencana sungguhan.

TTS Tunjukkan Kekompakan Luar Biasa

Di balik hiruk pikuk simulasi, tersimpan kekuatan besar: soliditas antarinstansi. Kodim, Polres, BPBD, hingga pemerintah daerah menunjukkan bagaimana kerja sama bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang bisa menyelamatkan ribuan nyawa.

Kasdim menegaskan kembali manfaat latihan tersebut:

“Di sinilah kita lihat apa yang kurang. Di sinilah kita memperbaiki. Evaluasi hari ini menjadi senjata kita ketika alam menguji kita nanti.”

Kalimat itu menggema, menegaskan bahwa latihan hari itu bukan sekadar formalitas. Itu adalah pertaruhan—pertaruhan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sudah beberapa kali melanda TTS dalam beberapa minggu terakhir.

Jangan Menunggu Sampai Terlambat

Simulasi dramatis ini membawa pesan kuat: kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Masyarakat diminta untuk:

  • Waspada terhadap tanda-tanda longsor di daerah perbukitan
  • Waspada terhadap naiknya permukaan sungai
  • Menyiapkan tas siaga bencana
  • Mengikuti peringatan resmi pemerintah
  • Tidak lengah di tengah intensitas hujan yang meningkat

Karena ketika alam sedang tidak bersahabat, keselamatan hanya bisa diraih melalui kesiapsiagaan dan persatuan.

TTS Siap Bertarung Melawan Amukan Alam

Melalui latihan simulasi yang dramatis dan penuh aksi ini, TTS telah mengirimkan pesan tegas kepada publik:
“Kami siap. Kami bersatu. Kami tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman bencana.”

Dari suara sirene hingga langkah tegas para personel, semuanya adalah bukti bahwa ketika langit mengancam, TTS memilih untuk melawan dengan persiapan, strategi, dan sinergi.

(Laporan Pen1621 / Editor Polce Lerek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *