“Dari Pelatihan ke Peluang Kerja: Pemkab TTS Siapkan Generasi Usaha Baru di Sektor Bengkel dan Meubeler”
SoE, KLtvnews.com — Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yusak Banunaek, resmi menutup kegiatan Pelatihan Perbengkelan Roda Dua dan Pelatihan Meubeler, Senin, 24 November 2025. Acara penutupan yang berlangsung di Kantor UPT Metrologi Legal tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Koperasi Sapta To.
Mendorong Praktik dan Peningkatan Kemampuan Peserta

Dalam arahannya, Yusak Banunaek menekankan pentingnya penerapan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Menurutnya, peserta harus mampu mengembangkan usaha di sektor perbengkelan maupun meubeler guna meningkatkan kemandirian ekonomi dan pendapatan keluarga.
“Datang sudah dengan beban karena usaha bengkel yang kurang fasilitas, pulang usaha harus berubah karena sudah dapat ilmu dan fasilitas perbengkelan. Begitu pula usaha meubeler,” tegas Yusak.
Yusak menjelaskan bahwa pelatihan ini digelar untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan kemampuan teknis, membuka peluang kerja baru, sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten TTS.
Etos Kerja dan Sikap Profesional Jadi Kunci Kemajuan Usaha
Dalam kesempatan tersebut, Yusak kembali mengingatkan para peserta tentang pentingnya disiplin dan etos kerja yang baik. Ia menekankan konsep ora et labora — berdoa dan bekerja — sebagai landasan keberhasilan usaha.



“Hindari kumpul-kumpul dan minum minuman keras di lokasi bengkel atau tempat meubeler. Itu hanya berdampak negatif; kerja tidak jalan, pelanggan kabur. Jika mengedepankan ora et labora, usaha pasti diberkati dan terus berkembang,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga relasi dan kepercayaan pelanggan, menghindari tarif yang memberatkan, serta mengelola fasilitas usaha dengan penuh tanggung jawab.
Monitoring dan Peluang Pelatihan Lanjutan
Mengakhiri arahannya, Yusak memastikan bahwa dinas yang dipimpinnya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap output pelatihan. Bahkan, alumni yang menunjukkan perkembangan usaha secara konsisten akan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan pada level yang lebih tinggi.



Pelatihan Berjalan Lancar, 40 Peserta Dibekali Fasilitas Usaha
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi, Sabta Ton, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan perbengkelan sepeda motor dan meubeler berjalan aman dan lancar. Pelatihan berlangsung sejak Kamis, 20 November 2025, masing-masing selama empat hari kerja dengan jumlah 20 peserta pada tiap jenis pelatihan.
Usai menyelesaikan pelatihan, para peserta langsung dibekali modal usaha berupa fasilitas (alat) perbengkelan dan meubeler untuk mendukung operasional awal usaha mereka.
Reporter: Polce Lerek – KLtvnews.com
