DaerahNasionalPendidikan

“Bangun Tata Kelola Keuangan Sekolah yang Transparan dan Akuntabel: Dinas P&K TTS Gelar Bimtek Bagi Operator dan Bendahara SD”

SoE, KLtvnews.com — Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan sekolah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selama sepekan penuh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para tenaga operator dan bendahara sekolah dasar (SD).

Kegiatan yang berlangsung sejak Senin, 3 November hingga Sabtu, 8 November 2025, ini dibagi dalam 10 angkatan dan dipusatkan di Hotel Jati Asih dan Hotel Grand SoE. Bimtek ini menjadi langkah nyata Dinas P&K TTS dalam memastikan setiap pengelola keuangan sekolah memiliki kompetensi regulatif dan teknis yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan.

Pembukaan dan Harapan

Pada sesi pembukaan Bimtek Angkatan ke VII di Hotel Grand SoE, Kepala Bidang SD Dinas P&K TTS, Yordan Liu, yang juga bertindak sebagai moderator, menegaskan pentingnya keseriusan para peserta dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengimplementasikan langsung hasil pelatihan di sekolah masing-masing,” ujar Yordan.

Menurutnya, peran operator dan bendahara sekolah sangat vital, karena mereka adalah ujung tombak dalam manajemen data dan keuangan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

Manajemen Keuangan Sekolah yang Efektif

Sementara itu, Sekretaris Dinas P&K Kabupaten TTS, Yohanis A. Manu, S.Sos, dalam materinya tentang Manajemen Keuangan Sekolah, menekankan pentingnya pengelolaan dana yang sistematis, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu belajar-mengajar.

Ia menjelaskan bahwa manajemen keuangan sekolah tidak hanya sekadar mengatur aliran dana, tetapi mencakup seluruh proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pelaporan, dan pengawasan terhadap sumber daya keuangan sekolah.

Tujuan utama dari manajemen keuangan sekolah adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan fasilitas sekolah,” jelas Yohanis.

Prinsip dan Sumber Pendanaan

Dalam paparannya, Yohanis juga memaparkan prinsip dasar pengelolaan keuangan sekolah, yakni efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Beberapa sumber pendanaan sekolah dijelaskan secara detail, antara lain:

  • Dana BOS dan Bantuan Pemerintah, yang menjadi sumber utama pendanaan pendidikan.
  • Iuran dan Sumbangan Masyarakat, sebagai bentuk partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam mendukung kegiatan sekolah.
  • Unit Usaha Sekolah dan Sponsorship, sebagai inovasi pendanaan yang mendorong kemandirian finansial sekolah melalui kemitraan dan kewirausahaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) sebagai dokumen strategis yang memuat arah dan prioritas pengelolaan keuangan selama satu tahun ajaran.
“RKAS harus disusun secara partisipatif, realistis, dan terukur, serta melibatkan seluruh komponen sekolah,” tambahnya.

Tantangan dan Solusi Inovatif

Dalam sesi tanya jawab, Yohanis menguraikan berbagai tantangan yang kerap dihadapi satuan pendidikan, seperti keterbatasan anggaran, kompleksitas regulasi, dan minimnya digitalisasi sistem keuangan.

Ia pun menawarkan solusi inovatif:

  • Diversifikasi sumber pendapatan sekolah.
  • Penguatan kapasitas staf melalui pelatihan rutin.
  • Implementasi Sistem Informasi Keuangan Sekolah (SIKS) agar proses pencatatan dan pelaporan lebih cepat dan akurat.

Fokus pada Dana BOS dan Rapor Mutu Pendidikan

Dalam wawancara khusus bersama KLtvnews.com, Yohanis menjelaskan bahwa pengelolaan Dana BOS harus menjadi prioritas utama dalam tata kelola keuangan sekolah.

“Selama ini, proses perencanaan di sekolah memang berjalan, tetapi belum sepenuhnya diarahkan untuk mendukung peningkatan rapor mutu pendidikan. Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan bahwa setiap perencanaan dan penggunaan dana harus berpijak pada hasil analisis rapor mutu dan rekomendasi dari Kementerian,” ungkapnya.

Menurut Yohanis, Kementerian Pendidikan telah menggambarkan sejumlah indikator dalam bentuk “pohon masalah” yang kemudian diturunkan menjadi rekomendasi tindak lanjut. Setiap sekolah wajib menindaklanjuti rekomendasi tersebut dan mengintegrasikannya dalam perencanaan serta RKAS tahunan.

Langkah Lanjutan dan Inovasi Pendidikan

Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, Dinas P&K TTS telah melakukan berbagai terobosan, seperti pelaksanaan program Reading Camp, penguatan komunitas belajar, dan pembentukan tim perencana mutu pendidikan di sekolah-sekolah.

“Kami ingin menciptakan sekolah yang mandiri secara finansial, inovatif dalam pendanaan, dan konsisten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Semua itu berawal dari pengelolaan keuangan yang baik dan transparan,” tegas Yohanis.

Refleksi dan Edukasi Humanis

Kegiatan Bimtek ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi budaya kerja dalam dunia pendidikan di TTS. Ia mengajarkan pentingnya tanggung jawab moral dan profesionalisme dalam mengelola dana publik — sebuah amanah yang berdampak langsung pada masa depan anak-anak di daerah ini.

Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami bahwa setiap rupiah yang dikelola bukan hanya angka, tetapi juga cerminan dari keadilan, integritas, dan harapan masyarakat akan pendidikan yang lebih baik.

Penulis: Polce Lerek
Editor: Redaksi KLtvnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *