Menjahit Harapan, Memahat Masa Depan
- Dinas Perindagkop TTS Cetak Wirausaha Tangguh Lewat Pelatihan Meubeler dan Menjahit
SoE, KLtvnews.com — Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan lapangan kerja, langkah nyata kembali diambil oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Perindagkop dan UMKM) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Melalui pelatihan meubeler dan menjahit yang digelar belum lama ini, dinas setempat berupaya membekali pelaku industri kecil dan menengah dengan keterampilan praktis yang mampu membuka peluang ekonomi baru.
Pelatihan ini, menurut Kepala Dinas Perindagkop Yusak Banunaek melalui Kepala Bidang Industri, Eny Krisnawati, merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari sektor akar rumput.
“Mereka kita beri pelatihan agar usaha bisa lebih berkembang dan maju, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Eny kepada KLtvnews.com di lokasi kegiatan.
Selain berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, pelatihan ini juga diharapkan dapat meminimalisir angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Kabupaten TTS. Dengan memberikan keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar, para peserta didorong untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Dua Sumber Dana, Satu Tujuan: Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Eny menjelaskan, kegiatan pelatihan meubeler dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant (SG) bidang pendidikan, sedangkan pelatihan menjahit bersumber dari dana fiskal. Namun, di balik semangat besar itu, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. “Karena dananya terbatas, masing-masing kegiatan hanya melibatkan lima orang peserta,” ujar Eny.
Kendati jumlah peserta terbatas, pendekatan yang diambil dinas ini bersifat berkelanjutan dan berdampak langsung. Pemerintah daerah memilih fokus pada kualitas pelatihan dengan pendampingan intensif agar hasilnya benar-benar dapat diterapkan oleh peserta di lapangan.
Dari Pelatihan ke Produksi: Dukungan Nyata untuk UMKM
Tak berhenti di pelatihan, Dinas Perindagkop TTS juga memberikan bantuan peralatan meubeler dan menjahit kepada para peserta. Dukungan ini dimaksudkan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar menjadi modal produktif untuk membangun usaha.
“Usai pelatihan, para peserta akan dibekali dengan peralatan meubeler maupun menjahit untuk mengembangkan usahanya,” tambah Eny.
Langkah ini mencerminkan pendekatan holistik pemerintah daerah—tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga sarana untuk mengimplementasikannya. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak lagi sekadar bergantung pada bantuan, melainkan menjadi agen perubahan ekonomi di lingkungannya sendiri.
Pemberdayaan yang Realistis dan Tepat Sasaran
Program ini menegaskan arah kebijakan Dinas Perindagkop dan UMKM TTS yang berpijak pada prinsip pemberdayaan berkelanjutan. Alih-alih sekadar menyalurkan bantuan sosial, pelatihan ini adalah bentuk investasi sosial jangka panjang—membangun kemandirian ekonomi berbasis keterampilan lokal.
Dalam konteks TTS, di mana sektor informal masih mendominasi struktur ekonomi masyarakat, pelatihan semacam ini memiliki nilai strategis ganda:
- Menghidupkan potensi lokal di bidang meubeler dan fesyen, yang permintaannya stabil di pasar domestik.
- Menggerakkan ekonomi keluarga miskin agar bertransformasi dari penerima bantuan menjadi produsen bernilai tambah.
Menutup Kesenjangan, Membangun Harapan
Melalui pelatihan ini, Dinas Perindagkop TTS tidak sekadar mengajarkan cara membuat kursi atau menjahit pakaian. Lebih dari itu, mereka sedang menjahit harapan dan memahat masa depan ekonomi masyarakat TTS — satu langkah kecil yang membawa arti besar bagi kemandirian dan kesejahteraan warga. (Polce Lerek / KLtvnews.com)
