Dari SoE untuk Indonesia: Kapten Inf Gunawan Budi Haryanto Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo
SoE, KLtvnews.com – Kapten Inf Gunawan Budi Haryanto, Danramil 1621-01/Kota SoE, menjadi prajurit terbaik TNI Angkatan Darat dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Dharma Bantala dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI yang digelar di Avron Lanud El Tari Kupang, Minggu (5/10/2025).

Bagi Kapten Gunawan, momen tersebut menjadi kado terindah dalam perjalanan panjang pengabdiannya sebagai seorang prajurit yang telah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri tanpa cacat, tanpa pamrih, dan dengan kesetiaan penuh kepada TNI, bangsa, dan negara.
Penghargaan Tertinggi Bagi Prajurit Setia
Suasana upacara pagi itu terasa khidmat dan menggetarkan hati. Di hadapan ribuan pasang mata, pembawa acara membacakan salinan Keputusan Presiden Republik Indonesia yang menetapkan tiga prajurit penerima tanda kehormatan Satyalancana Kesetiaan, termasuk Kapten Gunawan.
“Presiden Republik Indonesia menimbang dan seterusnya…
Kesatu, menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Kesetiaan Dharma Bantala kepada mereka yang nama, pangkat, dan jabatan tersebut dalam lampiran keputusan ini, sebagai penghargaan kepada prajurit TNI yang berjasa luar biasa, menunjukkan kesetiaan kepada TNI, bangsa, dan negara,”
ucap pembawa acara dengan lantang.
Tanda kehormatan ini diberikan kepada prajurit yang telah menjalani masa dinas ketentaraan selama 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, hingga lebih dari 30 tahun secara terus-menerus dengan catatan pengabdian tanpa cela dan penuh tanggung jawab.
Tiga Nama, Tiga Kisah Pengabdian
Dalam keputusan tersebut disebutkan tiga prajurit penerima tanda kehormatan Satyalancana Kesetiaan:
- Kapten Inf Gunawan Budi Haryanto, Danramil 1621-01/Kota SoE – menerima Satyalancana Dharma Bantala atas pengabdian lebih dari 30 tahun tanpa cacat.
- Serda Mar Agustinus Ahang – menerima Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun.
- Tamtama Elektronik Randi Okta – menerima Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun.
Usai pembacaan keputusan, Kolonel Pas Sulistyo Utomo, selaku Inspektur Upacara, dengan penuh hormat menyematkan tanda kehormatan kepada ketiga prajurit tersebut.
Sorak tepuk tangan peserta upacara pun pecah, menandai kebanggaan dan rasa hormat atas dedikasi mereka.
Simbol Kesetiaan dan Kehormatan
Upacara di Avron Lanud El Tari Kupang itu bukan sekadar seremoni militer, melainkan sebuah penghormatan atas nilai-nilai kesetiaan, kedisiplinan, dan pengabdian sejati. Kapten Inf Gunawan Budi Haryanto berdiri tegap di tengah lapangan upacara, dengan dada membusung dan mata berkaca-kaca—bukan karena sombong, melainkan karena bangga bisa mempersembahkan hidupnya untuk negeri ini.
“Petikan Keputusan Presiden ini telah disampaikan kepada yang bersangkutan untuk digunakan sebagaimana mestinya.Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Agustus 2025.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” demikian bunyi salinan keputusan yang dibacakan dengan penuh kehormatan.
Dari SoE untuk Tanah Air
Bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan, penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri.
Sosok Kapten Gunawan Budi Haryanto dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun rendah hati, selalu berada di tengah masyarakat—mulai dari kegiatan sosial, penanganan bencana, hingga pendampingan pembangunan di desa.
Penghargaan dari Presiden ini menjadi buah dari kerja keras dan ketulusan seorang prajurit daerah yang mencintai tanah kelahirannya, namun mengabdikan hidupnya untuk Indonesia.
Makna di Balik Penghargaan
Satyalancana Dharma Bantala bukan sekadar simbol medali di dada seorang prajurit.
Ia adalah tanda kesetiaan abadi, penghargaan atas darah, waktu, dan tenaga yang telah dipersembahkan demi tegaknya kedaulatan bangsa.
Kapten Gunawan Budi Haryanto membuktikan bahwa kesetiaan dan ketulusan tidak mengenal pangkat maupun jabatan — melainkan diukur dari seberapa besar cinta seorang prajurit kepada rakyat dan tanah airnya.
Upacara HUT ke-80 TNI di Kupang tahun ini meninggalkan kesan mendalam:
bahwa di tengah arus modernisasi dan tantangan zaman, masih ada prajurit-prajurit setia yang menjaga nilai luhur Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Kapten Inf Gunawan Budi Haryanto menjadi salah satu sosok nyata dari nilai itu — prajurit yang setia, bekerja dalam senyap, dan mengabdi dalam diam.Dan hari itu, pengabdiannya akhirnya diakui oleh negara tertinggi, melalui tangan Presiden Prabowo Subianto.
Reporter: Tim Redaksi KLtvnews
Editor: Polce Lerek
Sumber: Pendim 1621 TTS
