Di Bawah Kibaran Merah Putih: PDI Perjuangan NTT Kokohkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Kupang, KLtvnews.com – Karpet merah di podium upacara menjadi saksi bisu atas sebuah peristiwa penuh makna. Mentari pagi menyinari halaman kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jalan Piet A. Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan, ketika bendera Merah Putih mulai perlahan naik ke puncak tiang. Lagu kebangsaan menggema, menghentak dada setiap orang yang hadir, seakan mengingatkan kembali betapa kemerdekaan ini lahir dari keringat, air mata, dan darah para pendiri bangsa.
Di hadapan ratusan kader dan simpatisan, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, S.Pd, tampil tegap, berwibawa, dan penuh semangat memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Suaranya bergetar, namun lantang, menyampaikan pesan yang menggugah hati:
“Perayaan kemerdekaan bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah panggilan moral dan politik bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa, menjaga persatuan, dan menghadirkan karya nyata bagi rakyat,” tegasnya disambut tepuk tangan yang bergemuruh.
Tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” seolah hidup dalam setiap kata yang diucapkan. Takandewa menegaskan, roh perjuangan harus tetap menyala di dada setiap kader PDI Perjuangan, sebagai api yang tidak boleh padam demi rakyat dan negeri.

Komitmen DPD PDI Perjuangan NTT di HUT RI ke-80
Dalam pidatonya, Takandewa memaparkan tekad partai yang seakan menjadi janji suci di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih:
- Penguatan Persatuan dan Kesatuan – menjaga keutuhan bangsa sebagai pondasi tak tergoyahkan.
- Peningkatan Kesejahteraan Rakyat – memastikan rakyat NTT merasakan kemerdekaan yang sejati melalui program nyata.
- Pembangunan Berkelanjutan – menatap masa depan dengan pembangunan yang adil dan merata.
- Pelestarian Nilai Kebangsaan – menyalakan api nasionalisme dalam jiwa generasi muda.
- Refleksi Perjuangan – menjadikan HUT RI ke-80 sebagai cermin perjalanan bangsa dan partai dalam mengisi kemerdekaan.
Suasana khidmat bercampur haru. Ada wajah-wajah yang berkaca-kaca, ada pula tangan-tangan yang mengepal erat penuh semangat. Setiap kalimat yang dilontarkan Takandewa bukan sekadar pidato, melainkan sebuah seruan perjuangan, panggilan untuk terus setia pada cita-cita kemerdekaan.
“Momentum ini adalah panggilan untuk kita semua. DPD PDI Perjuangan NTT akan terus hadir dengan karya nyata, menjaga persatuan, merawat kebangsaan, dan berjuang bersama rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan maju,” pungkasnya, dengan suara bergetar namun penuh keyakinan.
HUT RI ke-80 di Kupang kali ini bukan hanya semarak merah putih yang berkibar di langit, tetapi juga semangat yang menyala di dada setiap insan yang hadir. Sebuah janji kolektif untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian, dan cinta tanah air—di bawah bayang Sang Merah Putih yang terus berkibar gagah. (Polce/KLtvnews.com)
