DaerahNasionalOlahragaViral

Tangis dan Tawa di Oepoi: Perss SoE Juara Soeratin Cup U-17 NTT 2025

Kupang, KLtvnews.com  – Senja belum sepenuhnya turun saat ribuan pasang mata memadati Stadion Oepoi, Selasa (5/8/2025). Di bawah langit Kota Kupang yang cerah, lebih dari 6.000 penonton menyemut di tribun, menyambut laga puncak Piala Gubernur Liga Pelajar U-17 Soeratin Cup NTT 2025. Dua tim terbaik musim ini—Perss SoE dan Bintang Timur Atambua—saling berhadapan dalam duel penuh gengsi, yang menyuguhkan bukan hanya teknik tinggi, tapi juga drama yang mengguncang emosi.

Dari peluit pertama, tensi pertandingan langsung membara. Kedua tim tampil tanpa kompromi, cepat, agresif, dan penuh determinasi. Bintang Timur sempat mencuri perhatian lebih dulu lewat aksi spektakuler Mario—dua kali ia melayang di udara melepaskan tendangan salto, tapi selalu gagal menjebol gawang berkat ketangguhan kiper Perss SoE Wandi yang tampil seolah tak bisa ditembus.

Namun laga berubah arah di menit ke-25. Sebuah handball di kotak penalti oleh bek Bintang Timur membuat wasit menunjuk titik putih. Dino Soge, sang penyerang andalan Perss SoE, maju dengan tenang dan mengarahkan bola ke sudut kiri gawang. Skor 1-0. Sorakan Laskar Wangi Cendana bergemuruh, menyapu seluruh stadion.

Dino Soge Perss SoE sukses mengeksekusi Pinalti Pertama

Drama belum usai. Hanya sembilan menit berselang, petaka kembali menimpa Bintang Timur. Handball kedua, dan lagi-lagi penalti. Kali ini, Ibnu Abdul Karim jadi eksekutor. Dengan dingin, ia menaklukkan kiper dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Stadion pun meledak dalam euforia.

Ibnu Abdul Karim Perss SoE Berhasil mengeksekusi Pinalti ke dua.

Di sisi berlawanan, pelatih Bintang Timur, Ludovikus Loi Mau, terlihat gusar. Ia tak tinggal diam—rotasi pemain dilakukan, tekanan ditambah, sayap diperkuat. Trio Mario, Azzmy, dan Gustav silih berganti menggempur lini belakang SoE. Tapi hingga jeda turun minum, gawang Perss tetap suci.

Memasuki babak kedua, intensitas tidak surut. Justru meningkat. Perss SoE berupaya mempertahankan keunggulan, sementara Bintang Timur menolak menyerah. Waktu terus bergulir, dan ketika menit ke-84.50 muncul di papan skor, harapan Bintang Timur akhirnya menyala.

Gustav Aninam, dari jarak jauh, melepaskan tembakan keras ke arah gawang
Bola memantul licin, lepas dari genggaman kiper Perss SoE
Bola Masuk ke gawang Skor Berubah 2 – 1

Gustav Aninam, dari jarak jauh, melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Bola memantul licin, lepas dari genggaman kiper, dan menyentuh jaring. Skor berubah 2-1. Sorakan dan harapan meledak dari tribun pendukung Atambua. Masih ada waktu, pikir mereka.

Tapi waktu tak cukup panjang. Hingga peluit panjang ditiup wasit, tak ada gol tambahan tercipta. Perss SoE resmi menjadi juara Soeratin Cup NTT 2025. Tangis pecah di tengah lapangan—sebagian karena bahagia, sebagian karena kecewa.

Di sesi konferensi pers, pelatih Bintang Timur meluapkan emosi. Ia mengkritik kepemimpinan wasit, menyebut dua penalti yang diberikan sebagai keputusan yang “sangat kontroversial”. Wajah-wajah kecewa tampak di bangku pemain dan official tim Atambua. Tapi kompetisi sudah selesai. Trofi telah berpindah tangan.

Sebaliknya, kubu Perss SoE tenggelam dalam selebrasi. Kapten tim mengangkat trofi ke udara, diiringi teriakan, peluk haru, dan lagu-lagu kemenangan. Ribuan suporter menyerbu lapangan—menari, menangis, bersukacita bersama para pemain, pelatih, dan pejabat daerah. Bupati Eduard Markus Lioe dan Wakil Bupati Johny Army Konay ikut larut dalam kegembiraan. Lagu “Kuan SoE Leko Nes” menggema di udara malam Kupang, menutup laga dengan haru dan kebanggaan.

Bupati Eduard Markus Lioe dan Wakil Bupati Johny Army Konay Larut dalam kegembiraan bersama Laskar Wangi Cendana SoE Usai Perss SoE menaklukkan Bintang Timur Atambua dalam Laga Final Piala Gubernur Liga Pelajar U-17 Soeratin Cup NTT 2025
Eforia Suporter Laskar Wangi Cendana usai Tim Perss SoE menaklukkan Bintang Timur Atambua dalam Laga Final Piala Gubernur Liga Pelajar U-17 Soeratin Cup NTT 2025

Ada hal yang menarik: ribuan tiket pertandingan ini telah diborong oleh Bupati Eduard, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap tim kebanggaan Timor Tengah Selatan. Sebuah investasi emosional yang berbuah manis—trofi juara kembali ke SoE.

Malam itu, Oepoi menjadi saksi tangis dan tawa. SoE pulang membawa piala dan cerita kemenangan. Atambua pulang membawa pelajaran, dan janji untuk kembali lebih kuat. Dan sepak bola NTT? Ia kembali menunjukkan denyutnya—keras, hangat, dan hidup. (Polce/KLtvnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *