Semangat Baru dari Piring Sederhana
- Kisah MBG di SMP Negeri 1 SoE
SoE, KLtvnews.com — Aroma harum dari omprengan makanan yang terbuat dari bahan stainless steel perlahan menyeruak di ruang kelas IX SMP Negeri 1 SoE. Bukan aroma kapur tulis atau buku pelajaran yang kini mendominasi ruang belajar, melainkan wangi menggoda dari nasi hangat, sayur segar, tempe goreng, telur bumbu, dan buah salak—menu makan siang bergizi yang siap dinikmati oleh 1.040 siswa.

Inilah wajah baru dunia pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Sejak pertengahan Juli lalu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, resmi menyapa para siswa. Salah satunya di SMP Negeri 1 SoE, tempat di mana perubahan mulai terasa dari meja makan sederhana.
Program ini diluncurkan langsung oleh Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, dan kini, di minggu ketiga pelaksanaannya, makan siang di sekolah telah bertransformasi: dari rutinitas biasa menjadi momen penuh harapan dan kebersamaan.

“Terima kasih Presiden Prabowo… makanannya enak, bervariasi, dan gizinya juga bagus… saya senang sekali,” ucap Indiarti Ambo, siswi kelas IX, sambil tersenyum puas usai menyantap makan siangnya.
Sementara itu, Aleksandrina B. Babys, siswa lainnya, juga menyampaikan rasa syukurnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas Program MBG ini. Sangat bermanfaat. Kami merasa diperhatikan,” ucapnya dengan nada tulus.
Di pojok lain, Roy Biaf tampak lahap menyantap makan siangnya.

“Saya habiskan semua… enak banget! Terima kasih Bapak Presiden!” serunya riang.
Kepala SMP Negeri 1 SoE, Omarmi I. Liu, S.Pd., M.Si.,menjelaskan, kehadiran Program MBG telah membawa dampak luar biasa, terutama bagi siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.
“Tidak semua siswa punya akses ke makanan bergizi setiap hari. Sekarang, mereka mendapatkan nutrisi yang layak dan seimbang. Ini sangat membantu proses belajar mereka,” ujarnya.

Omarmi menambahkan, pihak sekolah menerapkan sistem pengawasan makanan yang ketat. Semua makanan masuk ke ruang transit khusus, diperiksa guru, dan disajikan dalam kondisi higienis. Bahkan, siswa turut diajarkan mengenali kualitas makanan sebelum disantap.
Yang unik, siswa juga diajak berpartisipasi dalam menentukan menu.
“Biasanya setelah makan, mereka menulis apa yang mereka suka dan tidak suka. Ini jadi evaluasi penting untuk penyedia makanan. Anak-anak merasa dilibatkan dan didengar,” jelas Marmi.
Program MBG di SMP Negeri 1 SoE bukan sekadar soal makan siang. Ia telah menjadi gerakan yang menyentuh banyak aspek kehidupan sekolah—melatih kedisiplinan, memupuk empati, membangun semangat gotong royong, dan menciptakan ruang belajar yang lebih ramah dan sehat.
Kini, di tengah udara sejuk Kota SoE, setiap siang disambut aroma baru yang menyenangkan. Aroma yang tak sekadar mengenyangkan, tetapi juga membangkitkan harapan—akan hadirnya generasi sehat, cerdas, dan penuh semangat menatap masa depan.
Dari piring-piring sederhana itu, tumbuh semangat baru yang mewarnai perjalanan pendidikan anak-anak TTS menuju Indonesia Emas 2045 mendatang. (Polce/KLtvnews.com)
