DaerahNasionalPendidikanTeknoViral

Membangun Kemandirian dari Benang dan Jarum

  • Pelatihan Menjahit Dorong UMKM TTS Bangkit

SoE, KLtvnews.com – Di sebuah ruangan sederhana di Gedung Industri Pemkab TTS yang terletak tak jauh dari terminal SoE, deru mesin jahit berpadu dengan canda tawa peserta pelatihan. Di sinilah semangat baru mulai ditenun—bukan hanya dalam bentuk blus dan rok bermotif tenun khas SoE, tetapi juga dalam harapan dan keberanian untuk mandiri secara ekonomi.

Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Timor Tengah Selatan kembali menggelar pelatihan dasar bagi pelaku industri kecil dan menengah, khususnya pengrajin menjahit. “Sasarannya adalah mereka yang memang sudah bergelut di industri kecil atau kerajinan menjahit,” ungkap Kepala Dinas PPK dan UMKM Kabupaten TTS, Yusak Banunaek, melalui Kepala Bidang Industri, Eny Kristinawati, di sela-sela kegiatan pelatihan.

Dinas PPK dan UMKM Kab. TTS Gelar Pelatihan Menjahit tingkat dasar bagi pelaku usaha industri kecil

Sebanyak 10 orang pengrajin dari Kecamatan Amanatun Selatan terlibat aktif dalam pelatihan yang terbagi menjadi dua sesi, teori dan praktik. Fokus utama dari pelatihan ini adalah bagaimana menjahit dengan lebih profesional, sekaligus mengembangkan kemampuan kewirausahaan. “Kami ingin mereka bisa mengembangkan usahanya dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Eny.

Produk yang dilatih selama pelatihan meliputi rok, blus, dan dress. Namun bukan sekadar menjahit pakaian, para peserta dibimbing untuk memadukan desain modern dengan bahan tenun lokal khas SoE. Tujuannya jelas: membangun identitas produk UMKM TTS yang bercita rasa lokal namun tak kalah bersaing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan ini bukan hanya sebatas transfer ilmu. Sebagai bentuk keberlanjutan, para peserta akan mendapatkan bantuan berupa mesin jahit dan mesin obras sebagai modal usaha. Tak berhenti di sana, Dinas PPK dan UMKM juga berkomitmen melakukan monitoring terhadap usaha para peserta dan membuka peluang pelatihan lanjutan jika anggaran memungkinkan.

Soleman Nitbani, salah satu mentor yang terlibat dalam pelatihan, mengaku kagum dengan antusias peserta. “Dalam waktu singkat, mereka sudah bisa menghasilkan blus berbahan tenun dengan potongan yang rapi. Saya optimis mereka bisa mandiri dan mengembangkan usaha menjahit sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Salah satu peserta, Windi, seorang ibu rumah tangga, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Dulu saya hanya bisa menjahit sederhana, sekarang saya tahu cara membuat pola, mengukur, hingga menjahit berbagai model baju. Ini semua berkat pelatihan dan bimbingan mentor,” tuturnya.

Dengan bekal keterampilan yang diasah selama pelatihan dan dukungan alat dari pemerintah, Windi yakin bisa memulai usaha kecil-kecilan dari rumah. “Setidaknya bisa bantu menambah penghasilan suami dan memenuhi kebutuhan anak-anak,” tambahnya.

Langkah kecil di ruang pelatihan itu menjadi titik tolak besar bagi para ibu dan pengrajin lokal. Benang-benang harapan kini mulai dijalin menjadi busana-busana khas yang tak hanya mencerminkan identitas budaya, tapi juga membawa secercah masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera. (Polce/KLtvnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *